
Kerusakan pada kapal tanker minyak mentah Al-Salmi berbendera Kuwait. (dok.reuters)
JawaPos.com - Pertahanan udara Kuwait saat ini menanggapi ancaman rudal dan drone dari negara luar yang akan menyerang negaranya. Hal ini merespons ketegangan di kawasan di tengah rapuhnya gencatan senjata antara AS dan Iran.
"Setiap ledakan yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh," kata militer Kuwait dilansir dari Antara, pada Kamis (28/5).
Masyarakat setempat diimbau untuk mengikuti instruksi keselamatan dan keamanan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari lalu. Teheran membalas dengan serangan terhadap Israel dan sekutu AS di Teluk, dan menutup Selat Hormuz.
Gencatan senjata yang dimediasi oleh Pakistan mulai berlaku pada 8 April dan kemudian diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Berlabel Timnas Cape Verde! Yuran Fernandes Siap Jadi Tembok Baru Persebaya Surabaya Era Bernardo Tavares
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
Kronologi Sekeluarga Tewas saat Camping di Temanggung: Mulut Korban Berbusa ketika Ditemukan
Kabar Baik! HP Frans Putros yang Hilang saat Konvoi Juara Persib Bandung Akhirnya Ditemukan
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
