Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 November 2016 | 01.34 WIB

Pidato Berbau Provokatif, SBY Dipolisikan ke Bareskrim

Koordinator FSA HMI Lintas Generasi, Mustaghfirien usai melaporkan SBY ke Bareskrim - Image

Koordinator FSA HMI Lintas Generasi, Mustaghfirien usai melaporkan SBY ke Bareskrim

JawaPos.com - Pidato yang dilontarkan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbuntut panjang.



Sejumlah orang mengatasnamakan forum Silahturami Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (FSA HMI) Lintas Generasi mempolisikan ucapan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat itu.



FSA HMI Lintas Generasi mendatangi kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/11).



Adapun tujuannya untuk melaporkan pidato SBY yang disinyalir mengandung hasutan dan penyebaran kebencian, serta pernyataan dorongan terhadap umat muslim untuk tetap berdemonstrasi itu.



"Selain itu SBY juga menyatakan agar 200 juta rakyat Indonesia jangan sampai tersandera oleh satu orang, artinya yang disandera oleh satu orang ini adalah si Ahok, pernyataan SBY ini cendrung politis," ujar Koordinator FSA HMI Lintas Generasi, Mustaghfirien saat mendatangi Bareskrim Polri.



Kendati demikian, lanjut Mustaghfirien,  laporan terhadap mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut belum dapat ditindaklanjuti oleh pihak kepolosian dengan alasan beberapa hal yang tidak dapat dijelaskan secara rinci.   



"Gini tadi baru diterima laporan (berkas-berkas untuk dijadikan sebagai bahan laporan), mengingat situasi dan kondisi yang terjadi di sini sudah banyak laporan. Nanti akan di panggil lagi," tuturnya.



Menurut dia, ucapan SBY selama pidato sangat berbau provokatif. Ketika itu kata dia, SBY sempat berkata bahwa hingga lebaran kuda, demo tak akan berhenti bila Ahok tak kunjung dipersalahkan.



"Ini sangat disayangkan seharusnya selaku mantan kepala negara bisa memberikan pernyataan yang menyejukkan tapi malah cenderung memprovokasi," kata dia.



Dia juga menegaskan, sangat pasti ada kaitan antara ucapan SBY dam ricuhnya demo di depan Istana Merdeka. Apalagi Presiden Joko Widodo langsung menyebut ada aktor politik di balik rusuh itu.



"Pak Jokowi sudah menyatakan sikapnya. Kita lihat pascademo, siapa yang ikut demo, siapa yang tanggal 2 menyampaikan pidatonya, yang provokasi masyarakat," beber dia.



Sementara itu, Adhel Setiawan salah satu pendamping fotum ini menyebut, SBY adalah sengkuni politik Jokowi.



"Kami menilai ada sengkuni-sengkuni di balik demo kemarin, salah satu sengkuni ini (SBY) yang kami laporkan ke Bareskrim," terang dia. (elf/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore