
Koordinator FSA HMI Lintas Generasi, Mustaghfirien usai melaporkan SBY ke Bareskrim
JawaPos.com - Pidato yang dilontarkan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berbuntut panjang.
Sejumlah orang mengatasnamakan forum Silahturami Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (FSA HMI) Lintas Generasi mempolisikan ucapan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat itu.
FSA HMI Lintas Generasi mendatangi kantor Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (10/11).
Adapun tujuannya untuk melaporkan pidato SBY yang disinyalir mengandung hasutan dan penyebaran kebencian, serta pernyataan dorongan terhadap umat muslim untuk tetap berdemonstrasi itu.
"Selain itu SBY juga menyatakan agar 200 juta rakyat Indonesia jangan sampai tersandera oleh satu orang, artinya yang disandera oleh satu orang ini adalah si Ahok, pernyataan SBY ini cendrung politis," ujar Koordinator FSA HMI Lintas Generasi, Mustaghfirien saat mendatangi Bareskrim Polri.
Kendati demikian, lanjut Mustaghfirien, laporan terhadap mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut belum dapat ditindaklanjuti oleh pihak kepolosian dengan alasan beberapa hal yang tidak dapat dijelaskan secara rinci.
"Gini tadi baru diterima laporan (berkas-berkas untuk dijadikan sebagai bahan laporan), mengingat situasi dan kondisi yang terjadi di sini sudah banyak laporan. Nanti akan di panggil lagi," tuturnya.
Menurut dia, ucapan SBY selama pidato sangat berbau provokatif. Ketika itu kata dia, SBY sempat berkata bahwa hingga lebaran kuda, demo tak akan berhenti bila Ahok tak kunjung dipersalahkan.
"Ini sangat disayangkan seharusnya selaku mantan kepala negara bisa memberikan pernyataan yang menyejukkan tapi malah cenderung memprovokasi," kata dia.
Dia juga menegaskan, sangat pasti ada kaitan antara ucapan SBY dam ricuhnya demo di depan Istana Merdeka. Apalagi Presiden Joko Widodo langsung menyebut ada aktor politik di balik rusuh itu.
"Pak Jokowi sudah menyatakan sikapnya. Kita lihat pascademo, siapa yang ikut demo, siapa yang tanggal 2 menyampaikan pidatonya, yang provokasi masyarakat," beber dia.
Sementara itu, Adhel Setiawan salah satu pendamping fotum ini menyebut, SBY adalah sengkuni politik Jokowi.
"Kami menilai ada sengkuni-sengkuni di balik demo kemarin, salah satu sengkuni ini (SBY) yang kami laporkan ke Bareskrim," terang dia. (elf/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
