Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 November 2021 | 17.52 WIB

KPK: Dugaan Korupsi Pembangunan Toilet Sekolah Masih Tahap Pulbaket

Gedung Merah Putih KPK. (MUHAMAD ALI/JAWA POS) - Image

Gedung Merah Putih KPK. (MUHAMAD ALI/JAWA POS)

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, pihaknya tidak menghentikan penyelidikan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan toilet di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Karena dikabarkan, toilet mewah yang dibangun di sejumlah sekolah itu rusak.

"Sejauh ini masih pengumpulan bahan keterangan dalam rangka penyelidikan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Rabu (3/11).

Proyek toilet mewah itu telah selesai dikerjakan pada Desember 2020. Rencananya toilet itu dibuat untuk memastikan adanya protokol kesehatan saat sekolah tatap muka di Bekasi.

Sayangnya, beberapa dari toilet itu rusak sebelum dipakai. KPK menegaskan, rusaknya toilet tersebut tidak membuat penyelidikan terhenti.

"Penyelidikan merupakan kegiatan untuk menemukan apakah ada peristiwa pidana dalam kegiatan dimaksud," tegas Ali.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Alexander Marwata mengungkapkan, pihaknya telah memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan dalam proses penyelidikan dugaan korupsi pengadaan toilet di sejumlah sekolah Kabupaten Bekasi.

"Sejauh ini masih penyelidikan. Kita mengundang para pihak yang diduga mengetahui itu untuk dimintai keterangan, diklarifikasi, jadi belum yang pro justicia ya," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (26/10).

Penyelidikan ini dilakukan setelah KPK menerima laporan dari masyarakat perihal dugaan korupsi tersebut. KPK juga telah menerbitkan surat penyelidikan untuk melakukan verifikasi serta klarifikasi terhadap pihak-pihak yang diduga mengetahui dugaan rasuah tersebut.

"Jadi, belum ada upaya paksa yang kami lakukan," ucap Alex.

Meski demikian, sampai saat ini lembaga antirasuah belum menetapkan tersangka dalam perkara tersebut. Dia memastikan, akan menaikan ke tahap penyidikan juka menemukan minimal dua alat bukti.

"Baru nanti dipresentasi ke pimpinan untuk memaparkan temuan-temuan apa yang bisa menjadi dasar untuk menetapkan seseorang sebagai tersangka," pungkas Alex.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten Bekasi membangun 488 toilet untuk sejumlah SD dan SMP. Total anggaran dalam proyek ini diduga mencapai Rp 96,8 miliar. Setiap sekolah diduga mendapat jatah Rp 198,5 juta untuk pembangunan toilet.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore