
Para tersangka penculikan dan pembunuhan kepala cabang bank BUMN Cempaka Putih Jakarta Pusat digelandang penyidik Di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/9/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Meski ada motif ekonomi di balik keterlibatan 2 orang prajurit Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam kasus penculikan kepala cabang (kacab) bank BUMN Cempaka Putih, TNI AD menampik persoalan kesejahteraan prajurit sebagai alasan. Menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, tidak ada masalah dengan kesejahteraan prajurit.
Secara tegas Wahyu menyatakan bahwa negara melalui institusi TNI dan TNI AD terus berusaha mensejahterakan prajurit. Menurut jenderal bintang satu Angkatan Darat tersebut, persoalan yang dihadapi 2 prajurit Kopassus dalam kasus yang menewaskan korban bernama Mohammad Ilham Pradipta itu murni urusan personal, bukan masalah satuan.
”Tidak ada masalah terkait dengan poin kesejahteraan prajurit, saya sampaikan tidak ada masalah kesejahteraan prajurit. Ini lebih kepada seperti yang saya sampaikan tadi, pengendalian diri masing-masing untuk mempertimbangkan suatu hal yang sebetulnya itu kalau dipikir masak-masak lebih banyak kerugiannya dibandingkan keuntungannya,” kata dia saat diwawancarai oleh awak media di Jakarta.
Saat ditawari untuk terlibat dalam aksi kejahatan, Wahyu menyatakan bahwa seharusnya prajurit TNI menolak. Bukan malah terlibat dalam aksi kejahatan tersebut. Karena itu, dia menekankan, salah satu yang menjadi bahan evaluasi adalah pengendalian diri oleh para prajurit TNI terhadap situasi dan kondisi lingkungan di sekitarnya.
”Kalau peningkatan kesejahteraan kan sebetulnya di luar yang sudah baik selama ini, di luar yang sudah diberikan oleh negara untuk kesejahteraan prajurit dan dijamin dengan baik. Kalau misalnya mau ada tambahan dan lainnya kan bisa melakukan
