
Ilustrasi Satelit Luar Angkasa
JawaPos.com - Eks Kepala Badan Sarana Pertahanan (kabaranahan) Kementerian Pertahanan (Kemhan), Laksamana Muda (Purn) Leonardi menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi proyek pengadaan satelit slot orbit 123 derajat bujur timur pada Selasa (31/3).
Usai menjalani sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta tersebut, Leonardi menepis seluruh dakwaan.
Dalam surat dakwaan, Leonardi bersama CEO Navayo International AG Gabor Kuti Szilard dan pihak lain bernama Thomas didakwa telah melakukan tindak pidana korupsi dengan kerugian keuangan negara sebesar Rp 306,8 miliar.
Menurut Leonardi, dirinya tidak pernah melakukan korupsi dan tidak pernah ada kerugian keuangan negara sebagaimana dakwaan yang sudah dibacakan.
Sebagai salah satu pejabat tinggi di Kemhan pada 2015 silam, Leonardi menyatakan bahwa dirinya menjalankan perintah.
Dia mengungkapkan bahwa pengadaan satelit slot orbit 123 bujur timur adalah perintah dari presiden kala itu.
Yakni Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi). Menurut dia, perintah itu disampaikan pada Desember 2015.
”Pengadaan satelit slot orbit 123 derajat Bujur Timur ini adalah arahan Presiden Republik Indonesia, Bapak Joko Widodo, di mana beliau mengamanatkan agar amankan slot orbit 123 bujur timur jangan sampai diambil negara lain dan penggunaan frekuensi L Band-nya,” ungkap Leonardi.
Diakui oleh Leonardi, perintah tersebut bersifat strategis. Persisnya untuk mengamankan slot orbit yang dibutuhkan oleh negara agar tidak diambil oleh pihak lain.
Baca Juga:Timur Tengah Masih Bergejolak, Kemhan dan TNI Siapkan Langkah Efisiensi BBM Secara Terukur
Termasuk untuk kepentingan pemanfaatan frekuensi L-Band yang dapat digunakan sebagai bagian dari kepentingan pertahanan nasional Indonesia. Karena itu, Kemhan mendapat tugas tersebut.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
