
Pegawai Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Ahmad Dedi lari terbirit-birit usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (8/5). (Istimewa)
Nama Ahmad Dedi sebelumnya pernah mencuat dalam dugaan aliran dana dari pengusaha importir pada 2017. Saat itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah menyelidiki dugaan rekening mencurigakan milik Ahmad Dedi, yang menjabat sebagai Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai DJBC Jawa Timur II.
Sementara, juru bicara KPK Budi Prasetyo, mengungkapkan penyidik mendalami dugaan penerimaan aliran uang dari PT Blueray Cargo (BR).
"Penyidik hari ini melakukan pemanggilan terhadap sejumlah saksi, di antaranya saudara AD. Dimana penyidik mendalami terkait dugaan penerimaan yang dilakukan dari PT BR," ucap Budi.
Budi menyatakan, dugaan penerimaan uang itu berkaitan dengan pengurusan importasi barang atau pengurusan bea masuk. Ia juga memastikan, pihaknya akan mendalami fakta-fakta yang muncul dalam persidangan untuk mengembangkan perkara tersebut.
"Termasuk nanti dari fakta yang muncul dalam persidangan itu juga akan ditelaah oleh jaksa penuntut umum," tegasnya.
Selain memeriksa Ahmad Dedi, penyidik KPK turut memeriksa tiga saksi lainnya, mereka di antaranya merupakan karyawan swasta, yakni Heri Setiyono, Hari Tommy Tanadi, dan Hanapi Arbi.
Sejauh ini, KPK telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan. Mereka di antaranya Rizal, Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC (2024–Januari 2026); Sisprian Subiaksono, Kepala Subdirektorat Intelijen; Orlando Hamonangan, Kepala Seksi Intelijen; Budiman Bayu Prasojo, Kepala Seksi P2.
Kemudian, John Field, pemilik PT Blueray; Andri, Ketua Tim Dokumen Importasi PT Blueray; serta Dedy Kurniawan, Manajer Operasional PT Blueray.
KPK menduga terjadi pemufakatan jahat antara pejabat Bea Cukai dan pihak swasta untuk mengatur jalur importasi barang. Dalam aturan kepabeanan, terdapat dua jalur pemeriksaan barang impor yakni jalur hijau dan jalur merah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Skor Lithuania vs Andorra, Laga Persahabatan: Tuan Rumah Berpeluang Menang
Prediksi Skor San Marino vs Albania di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjte Menang Telak di Dogana
Prediksi Skor Filipina vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: The Azkals Menang Tipis Atas The Shaheens
Prediksi Skor Jamaika vs Honduras di CONCACAF Nations League: Reggae Boyz Menang Meyakinkan?
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Tuan Rumah Dibayangi Rapuhnya Lini Pertahanan
Prediksi Finlandia vs Belarus di UEFA Nations League: Pohjanpalo Siap Lanjutkan Ketajaman

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022