
Bupati (nonaktif) Pati, Sudewo, mengomentari skandal kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, Jumat (8/5). (Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Bupati (nonaktif) Pati, Sudewo, mengomentari skandal kasus dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh seorang pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo, yang berada di wilayah Pati, Jawa Tengah. Ia merasa prihatin atas kasus kekerasan seksual yang menimpa puluhan korban santriwati.
"Saya sangat memprihatinkan, saya sangat menyayangkan, dan saya apresiasi terhadap kepolisian mengambil sikap tegas dengan sikap itu, dan apresiasi kepada Kementerian Agama untuk mencabut izin," kata Sudewo usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (8/5).
Tersangka kasus dugaan korupsi jual beli jabatan perangkat desa itu berharap tidak lagi terjadi kasus serupa di wilayah Pati. Ia pun merasa miris, Pondok Pesantren yang diharapkan menjadi tempat aman untuk mengenyam pendidikan, tapi justru sebaliknya.
"Saya berharap supaya hal yang serupa tidak terjadi di pondok pesantren yang lain," harapnya.
Lebih lanjut, Sudewo menyatakan saat dirinya aktif sebagai Bupati belum pernah mendengar kasus kekerasan seksual tersebut. Ia mengaku, dirinya sudah mendekam di tahanan KPK selama kurang lebih empat bulan.
"Belum pernah sama sekali. Kan di sini sudah 4 bulan saya," tegasnya.
Diberitakan sebelumnya, pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Ndolo Kusumo yang terletak di Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Pati, Jawa Tengah, Ashari, dibekuk aparat kepolisian, pada Kamis (7/5). Polisi meringkus kyai cabul itu di wilayah Wonogiri.
Penangkapan pelaku menjadi titik terang bagi kasus kekerasan seksual yang tengah berjalan. Kapolresta Pati Kombes Jaka Wahyudi mengkonfirmasi keberhasilan timnya dalam memburu tersangka. Ashari ditangkap di daerah yang berbatasan langsung dengan Jawa Timur (Jatim) setelah mangkir dari panggilan penyidik.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Prediksi Skor Prancis vs Maroko: Bandar Taruhan Klaim Les Bleus Menang 90 Menit, Opta Beri Peluang Pasti 60,9 Persen
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
