
Mantan Konsultan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Ibrahim Arief alias Ibam. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com-Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan laptop chromebook, Ibrahim Arief alias Ibam, menyatakan keputusan dirinya menjadi konsultan teknologi di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) hanya sekadar untuk mengabdikan diri pada negara.
Ia mengaku dirinya sempat dihadapkan dua pilihan, sempat mendapatkan untuk bergabung dengan Google, namun ia lebih memilih berkecimpung dengan Kemendikbudristek sebagai dasar untuk mengabdikan diri kepada negara.
"Saya melihat antara dua opsi, saya pindah ke Inggris dengan ngebantu negara maju di sana, dengan saya mengontribusikan keahlian saya, pengetahuan saya, ngebangun teknologi yang efisien skala besar, skala nasional untuk bantu pemerintah, buat saya opsinya simpel gitu, saya mau bantu lebih banyak orang lewat mengontribusikan keahlian saya ke pemerintah," kata Ibam dalam podcast 'Banyak Tanya' yang disiarkan Youtoube JawaPosTV, Minggu (10/5).
Ibam menjelaskan, sejak kecil dirinya bukan terlahir dengan orang yang berada. Ia mengaku sempat dihadapkan dengan kekurangan ekonomi, bahkan sempat pernah diusir dari kontrakan bersama orang tuanya.
Karena itu, ia menyadari kehidupannya semasa kecil tidak ingin terulang terhadap masyarakat Indonesia lainnya. Menurutnya, perjalanan hidup tersebut membuat dirinya ingin berkontribusi besar bagi negara.
"Karena aku sudah pernah di posisi yang butuh bantuan banget dan aku ngerasa itu sangat-sangat rendah sekali titik hidup saya ya. Saya pengen kalau bisa, saya kalau sudah bisa bangun diri keluar dari situ, ya saya pengen bisa kontribusi balik supaya bantu orang lain juga gitu," ujarnya.
Ibam menegaskan, keahliannya pada bidang teknologi sehingga berkeinganan bergabung ke dalam Kementerian yang saat itu dipimpin Nadiem Makarim. Saat itu, ia hanya berharap bisa membantu mengembangkan teknologi di dunia pendidikan.
"Jadinya misalnya ketika saya mikir oke teknologi yang kita bisa bangun apa nih buat bantu-bantu guru-guru, mahasiswa gitu selalu orientasinya itu. Kebetulan aku masuk ke Informatika ITB dulu, cukup susah masuknya. Tapi setelah masuk itu ya, yang saya coba lihat nih teknologi itu bisa ngebantu banyak banget orang," imbuhnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Thailand vs Vietnam Leg 1 Final Piala AFF 2026: Gajah Perang Terlalu Perkasa di Rajama
Jadi Tersangka, Ini Kronologi Penipuan yang Dilakukan Ruben Onsu
Ruben Onsu Jadi Tersangka, Begini Reaksi Pengacara Minola Sebayang
Prediksi Skor Marseille vs Strasbourg: Rekor 15 Laga Jadi Modal Les Phoceens
Respons Tantangan Wagub Kalbar, Gubernur Jabar KDM: Mohon Maaf, Tak Maksud Membandingkan
Pemerintah Bakal Menata Guru, PGRI Sebut Ada Harapan Baru bagi Pendidikan Indonesia
Ruben Onsu Ditetapkan Tersangka Kasus Penipuan dan Penggelapan, Dipanggil Minggu Depan
Prediksi Skor Ipswich vs Sunderland: The Black Cats Berpeluang Curi Poin di Portman Road
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Ribuan Ojol Hadiri Kopdar Kebangsaan Jaga Jakarta, Ada Perpanjangan SIM Gratis
