
Kuasa hukum PT Java Fortis Corporindo, Kimham Pentakosta dari MSA Lawfirm, mengatakan seluruh dokumen yang diserahkan berisi catatan pengeluaran dana perusahaan yang digunakan oleh tergugat selama menjabat sebagai direktur. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com – PT Java Fortis Corporindo menyerahkan 30 lembar bukti dalam sidang gugatan terhadap mantan direkturnya, Nany Widjaja, di Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (17/6). Bukti-bukti tersebut diajukan untuk mengungkap penggunaan dana perusahaan senilai Rp 21,4 miliar yang hingga kini disebut tidak dapat dipertanggungjawabkan.
Kuasa hukum PT Java Fortis Corporindo, Kimham Pentakosta dari MSA Lawfirm, mengatakan seluruh dokumen yang diserahkan berisi catatan pengeluaran dana perusahaan yang digunakan oleh tergugat selama menjabat sebagai direktur.
Menurut Kimham, beberapa bukti yang diajukan berupa akta notaris yang secara hukum memiliki kekuatan pembuktian yang sempurna, sehingga dapat menjadi alat bukti penting dalam persidangan.
“Sekarang tinggal menunggu pembuktian dari pihak tergugat. Mereka harus membuktikan uang yang dikeluarkan atas nama perusahaan dialirkan kemana dan untuk apa,” kata Kimham usai persidangan.
Selain dokumen notarial, penggugat juga menyerahkan berbagai bukti pengeluaran dana yang dilakukan Nany Widjaja. Berdasarkan dokumen tersebut, total dana yang keluar dari PT Java Fortis Corporindo mencapai Rp 84 miliar.
Kuasa hukum PT Java Fortis Corporindo, Kimham Pentakosta dari MSA Lawfirm. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 63 miliar disebut telah memiliki penjelasan penggunaan yang jelas. Namun, terdapat dana sebesar Rp 21,4 miliar yang hingga kini belum diketahui peruntukannya.
“Dalam lampiran yang kami serahkan, Rp 63 miliar bisa dijelaskan penggunaannya. Sedangkan Rp 21,4 miliar tidak ada keterangan yang jelas dipakai untuk apa. Itu yang ingin kami perjelas dalam persidangan ini. Ke mana perginya uang tersebut,” ujar Kimhan.
Gugatan ini bermula dari pengucuran dana perusahaan oleh direktur tunggal saat itu, Nany Widjaja, untuk keperluan pengadaan lahan proyek real estate di Jombang. PT Java Fortis Corporindo merupakan perusahaan yang bergerak di bidang real estate dengan komposisi kepemilikan saham 75 persen oleh PT Jawa Pos dan 25 persen oleh PT DNP.
Dalam sidang tersebut, majelis hakim menerima seluruh bukti yang diajukan penggugat. Persidangan akan dilanjutkan dengan agenda pembuktian dari pihak tergugat untuk menjelaskan penggunaan dana yang dipersoalkan tersebut.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
