Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 12 April 2025 | 19.19 WIB

9 Perilaku Mencolok Orang yang Tampak Baik tapi Sebenarnya Egois, Menurut Psikologi

Ilustrasi orang egois. (freepik) - Image

Ilustrasi orang egois. (freepik)

 
JawaPos.Com - Perilaku egois dari setiap orang mungkin tidak selalu mudah dikenali, terutama jika orang tersebut sangat pandai menyembunyikannya. 
 
Namun, dengan memperhatikan pola interaksi dan respons mereka terhadap situasi tertentu, Anda bisa mulai memahami sifat asli orang-orang dengan watak egois.

Jika Anda menemukan seseorang dengan sifat-sifat egois dalam hidup Anda, penting untuk menetapkan batasan yang jelas dan melindungi diri Anda dari manipulasi mereka. 

Jadi, jangan ragu untuk mencari dukungan dari orang-orang yang benar-benar peduli pada Anda, karena hubungan yang sehat adalah tentang saling memberi dan menerima dengan tulus.

Seperti dilansir dari Hack Spirit, pada dasarnya tidak semua kebaikan yang terlihat di permukaan mencerminkan niat yang tulus. 

Beberapa orang tampak baik hati, tetapi di balik sikap mereka terdapat motivasi egois yang terselubung. 

Memahami tanda-tanda perilaku ini penting agar Anda tidak terjebak dalam dinamika hubungan yang merugikan.

Berdasarkan pengamatan psikologi, berikut adalah sembilan perilaku halus yang menunjukkan bahwa seseorang yang tampak baik di awal sebenarnya memiliki sifat egois.
 
 
1. Mereka Terlalu Peduli dengan Citra Mereka

Orang yang egois sering kali terobsesi dengan bagaimana mereka dilihat oleh orang lain. 

Mereka akan melakukan apa saja untuk mempertahankan citra sebagai individu yang baik dan dermawan, meskipun kebaikan mereka hanya sebatas tampilan luar.

Misalnya, mereka mungkin secara terbuka memamerkan aksi amal atau kebaikan mereka di media sosial, tetapi sebenarnya lebih termotivasi oleh pujian daripada niat tulus untuk membantu. 

Jika Anda bertemu dengan seseorang yang terus-menerus mencari pengakuan atas kebaikannya, ini bisa menjadi tanda sifat egois yang tersembunyi.

2. Mereka Sering Berperan Sebagai Korban

Perilaku ini adalah salah satu cara orang egois memanipulasi orang lain. 

Mereka akan sering menggambarkan diri mereka sebagai korban dalam situasi apa pun, bahkan jika mereka sebenarnya berkontribusi pada masalah tersebut.

Tujuannya adalah untuk mendapatkan simpati dan perhatian dari orang-orang di sekitar mereka. 

Dengan menjadi korban, mereka dapat menghindari tanggung jawab atas tindakan mereka sendiri dan tetap menjadi pusat perhatian.

3. Mereka Jarang Meminta Maaf dengan Tulus

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore