
Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
JawaPos.com - Beredar potongan video yang menampilkan ceramah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla (JK) tentang konflik di Poso dan Ambon pada masa lalu. Video ini menjadi sorotan terkait pemakaian diksi mati syahid yang dianggap telah menyerempet kepada isu SARA.
Peneliti Drone Emprit, Rizal Nova Mujahid menilai, video yang beredar tersebut terindikasi bagian manipulasi konteks. Video yang beredar hanya bagian kecil dari video utuhnya.
"Apa yang terjadi adalah video aslinya 43 menit yang membahas tentang Strategi Diplomasi Indonesia dalam Mitigasi Eskalasi Perang Regional Multipolar, lalu dipotong pendek-pendek sehingga kehilangan konteksnya, baik historis maupun akademiknya," kata Rizal, Jumat (24/4).
Rizal mengatakan, penggunaan kata mati syahid oleh JK sebatas refleksi historis terkait konflik di Poso dan Ambon lalu. Kata itu tidak diarahkan untuk konteks melakukan kekerasan berbasis agama.
Baca Juga:Kubu Habib Mahdi Mendapat Ancaman dari Pihak Syekh Ahmad Al Misry, Termasuk Oki Setiana Dewi
"Kata Mati Syahid adalah dalam konteks refleksi historis terkait konflik di Poso dan Ambon, tetapi diputarbalikkan seolah JK mengajarkan dan mendukung doktrin kekerasan," imbuhnya.
Hasil kajiannya, kata Rizal, penyeberan video JK tersebut dilakukan secara masif di media sosial. Lebih dari 34.600 mention dengan 17 persen sentimen bernada negatif, dan lebih dari 1.600 percakapan bernada marah ditemukan di semua platform. Bahkan di X ada konten yang engagement-nya mencapai 2,5 juta.
"Dilihat dari penyebarannya ini baru ramai sebulan setelah ceramah di UGM," jelasnya.
Oleh karena itu, Rizal Nova menyebut potensi konflik SARA dari manipulasi konten media sosial ini relatif tinggi. Terlebih setelah amplifikasi terstruktur, ada upaya eskalasi yang dilakukan dengan pelaporan JK di berbagai daerah.
"Terlepas benar atau tidaknya, ini berarti ada upaya mobilisasi berbasis sentimen agama, meski saya berharap ini tidak membesar," ucapnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
