Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 April 2025 | 23.27 WIB

7 Kebiasaan Cringe yang Sering Dianggap Normal Tetapi Sebenarnya Menandakan Keterampilan Sosial yang Buruk

Ilustrasi kebiasaan cringe yang sering dianggap normal. (Freepik). - Image

Ilustrasi kebiasaan cringe yang sering dianggap normal. (Freepik).


JawaPos.com - Ada kalanya kita tidak sadar bahwa beberapa kebiasaan yang terlihat sepele di lingkungan sosial justru bisa menimbulkan rasa tidak nyaman bagi orang lain. 
 
Kebiasaan-kebiasaan tersebut sering kali dianggap normal, padahal bisa menunjukkan kurangnya keterampilan sosial yang baik. Meskipun niatnya mungkin tidak demikian, perilaku ini bisa membuat interaksi sosial terasa canggung dan mengganggu suasana hati orang di sekitar kita.

Dilansir dari Geediting pada Sabtu (26/4), berikut ini adalah tujuh kebiasaan yang seringkali dianggap biasa, tetapi sebenarnya dapat mencerminkan kurangnya keterampilan dalam berinteraksi sosial.

1. Terlalu Sering Minta Maaf

Kebiasaan meminta maaf setiap kali ada hal kecil yang terjadi, bahkan ketika kita tidak bersalah, bisa terlihat sebagai tanda ketidakpercayaan diri. Misalnya, jika seseorang tidak sengaja menabrak kita di jalan, kita mungkin justru yang berkata “maaf” terlebih dahulu. Menurut penelitian dari American Psychological Association (APA), permintaan maaf sebaiknya hanya dilakukan ketika memang ada kesalahan yang nyata.

Jika terlalu sering mengatakan “maaf” tanpa alasan yang jelas, hal ini bisa membuat kita tampak terlalu cemas atau kurang percaya diri. Sebaiknya, berhenti sejenak dan pertimbangkan apakah permintaan maaf benar-benar diperlukan. Dengan cara ini, kita bisa lebih dihargai dan terlihat lebih percaya diri.

2. Sering Memotong Pembicaraan atau Menyelesaikan Kalimat Orang Lain

Memotong pembicaraan orang lain, meskipun niatnya mungkin baik, dapat memberikan kesan kurang sabar atau bahkan tidak menghargai lawan bicara. Banyak orang yang melakukannya karena merasa terlalu antusias atau yakin bahwa mereka mengerti apa yang ingin disampaikan. Padahal, hal ini bisa membuat orang lain merasa tidak dihargai.

Jika kebiasaan ini sering terjadi, cobalah untuk lebih mindful dalam berbicara. Beri kesempatan orang lain untuk menyelesaikan kalimat mereka, dan tunggu beberapa detik sebelum memberikan tanggapan. Ini akan menunjukkan bahwa kita benar-benar mendengarkan dan menghargai pendapat orang lain.

3. Mengharapkan Pujian Secara Tidak Langsung

Sering kali, kebiasaan ini muncul dalam bentuk komentar merendahkan diri yang sebenarnya dimaksudkan untuk mendapat pujian. Misalnya, seseorang mengatakan, “Saya sedang tidak fit akhir-akhir ini,” berharap orang lain akan memberi pujian bahwa mereka tetap terlihat baik. Atau, memuji diri sendiri sambil berpura-pura merendah untuk mendapatkan pengakuan.

Meskipun hal ini mungkin tampak seperti kebiasaan ringan, orang bisa merasa tidak nyaman jika merasa dipaksa untuk memberi pujian. Keaslian dalam sikap dan rasa percaya diri yang tulus jauh lebih dihargai daripada meminta pengakuan dengan cara yang tidak langsung.

4. Mendominasi Percakapan dengan Cerita Pribadi

Terkadang, berbagi cerita pribadi bisa mempererat hubungan, tetapi jika terlalu sering dan tidak memberi kesempatan bagi orang lain untuk berbicara, ini bisa menunjukkan kurangnya kesadaran sosial. Mendominasi percakapan dengan menceritakan kehidupan kita sendiri tanpa memperhatikan respons lawan bicara bisa membuat mereka merasa diabaikan.

Jika merasa terlalu banyak berbicara tentang diri sendiri, cobalah untuk berhenti sejenak dan amati bahasa tubuh orang lain. Apakah mereka terlihat tertarik atau justru mulai tidak nyaman? Memberikan kesempatan untuk orang lain berbicara bisa membuat percakapan lebih seimbang dan menyenangkan.

5. Terlalu Sering Memeriksa Ponsel Saat Berada dalam Pergaulan

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore