Ilustrasi tidak dewasa secara emosional (Dok. Pexels)
JawaPos.com - Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, manusia seharusnya juga bertumbuh dan berkembang menjadi lebih dewasa. Kedewasaan ini tercermin dalam cara seseorang berpikir, berkomunikasi, dan mengambil keputusan yang semakin matang.
Kita bisa melihat bagaimana teman SMP yang dulu mungkin masih kekanak-kanakan kini berubah menjadi senior yang berwibawa di kantor. Berbagai pengalaman hidup menjadi "guru" yang membentuk karakter dan kedewasaan seseorang seiring waktu.
Namun, tidak semua orang mengalami pertumbuhan yang sejalan dengan usianya. Ada individu yang terjebak dalam pola pikir yang belum dewasa dan kesulitan membuat keputusan yang matang.
Mungkin Anda bertanya-tanya apakah Anda termasuk orang yang dewasa secara emosional atau tidak. Tanda-tanda kedewasaan emosional bisa dilihat dari berbagai perilaku sehari-hari.
Dilansir dari laman Nick Wignall dan Very Well Health, ada 7 tanda yang menunjukkan ketidakdewasaan emosional:
1. Sulit Mengatur Emosi
Seiring bertambahnya usia, seseorang seharusnya memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengendalikan emosinya. Namun, orang yang belum dewasa secara emosional cenderung memiliki suasana hati yang mudah berubah. Mereka bisa menyerang orang lain, berteriak, atau mengumpat dalam berbagai situasi.
2. Rendahnya Empati
Orang yang tidak dewasa secara emosional kesulitan memahami penderitaan orang lain dan kurang peka terhadap konteks sosial. Hal ini bisa terlihat dari kebiasaan menyalahkan orang lain tanpa memahami situasi, mengkritik segala hal yang dilakukan orang lain, dan tidak bisa memahami masalah orang lain.
3. Sulit Berelasi dan Berkomunikasi
Tanda lainnya adalah kesulitan dalam menjalin hubungan dan berkomunikasi secara efektif. Orang dengan ketidakdewasaan emosional sering kali salah bicara dan tidak menyadarinya. Dalam hubungan sosial, mereka cenderung menciptakan masalah terus-menerus melalui tindakan agresif, menyalahkan, atau menghindar, yang pada akhirnya membuat orang lain menjauh.
4. Lari dari Tanggung Jawab
Ketika dihadapkan pada sebuah tanggung jawab, mereka akan menghindar, menyangkal, atau bahkan lari. Hal ini terjadi karena mereka tidak memiliki kapasitas emosional yang memadai untuk menyelesaikan masalah. Akibatnya, mereka memilih untuk menghindari tanggung jawab yang seharusnya mereka emban.
5. Perilaku Gaslighting

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
