Ilustrasi seseorang dengan emosi yang meledak ledak
JawaPos.com – Emosi yang meledak-ledak atau yang secara klinis dikenal sebagai Intermittent Explosive Disorder (IED) adalah gangguan psikologis yang sering kali tidak disadari banyak orang.
Kenyataannya, dampak dari IED bisa merusak hubungan, pekerjaan, bahkan kualitas hidup seseorang.
Mungkin kalian pernah melihat—atau bahkan mengalami sendiri—ledakan emosi yang seakan datang tiba-tiba.
Contohnya seperti, teriak berlebihan hanya karena hal kecil, melempar barang saat merasa frustrasi, atau melontarkan kata-kata yang kemudian disesali.
Secara sederhana, IED adalah kondisi ketika seseorang mengalami ledakan kemarahan yang muncul mendadak dan terasa jauh lebih besar dibanding pemicunya.
Tidak sekadar “emosian” biasa, tetapi pola agresi yang sulit dikendalikan, baik dalam bentuk verbal maupun fisik.
Dilansir dari sebuah studi meta-analisis terbaru oleh Fangqing Liu dan Xiaoshan Yin (2025), Intermittent Explosive Disorder memengaruhi sekitar 0,8% hingga 6% populasi, tergantung pada kriteria diagnosis dan demografi yang diteliti.
Angkanya cukup signifikan: prevalensi seumur hidup (lifetime prevalence) diperkirakan mencapai 4–6%, dengan prevalensi tahunan sekitar 2,7% dan prevalensi bulanan 2,0%.
Studi ini juga menunjukkan bahwa laki-laki memiliki angka kasus lebih tinggi dibanding perempuan, dan dalam populasi klinis, angkanya bisa mencapai 10,5%.
Nah untuk skala global, gangguan ini memiliki angka yang lumayan besar. Agar lebih paham terhadap gangguan ini, simak penjelasan berikut yang dilansir dari Mayo Clinic dan Minnesota Neuropsychology.
Penyebab Intermittent Explosive Disorder (IED)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
