Ilustrasi Kebiasaan Pagi Orang Sehat Sebelum Jam 7 Pagi (freepik)
JawaPos.com - Banyak orang memulai pagi dengan menekan tombol snooze berkali-kali, bangun tergesa-gesa, lalu meneguk kopi sambil merasa sudah tertinggal sejak hari baru dimulai. Janji untuk membangun rutinitas pagi yang lebih baik sering kali hanya berakhir sebagai wacana yang terus ditunda.
Padahal, cara memulai pagi memiliki dampak besar terhadap kesehatan, energi, dan kualitas keputusan sepanjang hari. Orang-orang yang sehat cenderung memiliki kebiasaan pagi sederhana sebelum pukul 07.00 yang sering diabaikan kebanyakan orang. Bukan soal bangun terlalu dini atau perfeksionisme, melainkan konsistensi kebiasaan kecil yang memberi efek besar.
Dilansir dari laman Your Tango, Jumat (30/1), berikut 5 kebiasaan pagi orang sehat sebelum jam 7 pagi yang sering dilewatkan banyak orang.
Segera setelah bangun, orang sehat cenderung mendapatkan paparan cahaya terang, terutama cahaya alami. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang terpapar cahaya terang di pagi hari memiliki indeks massa tubuh (BMI) lebih rendah, terlepas dari pola makan dan olahraga.
Paparan cahaya pagi juga membantu pelepasan melatonin lebih awal di malam hari, sehingga tubuh lebih mudah tidur. Menurut Dr. Phyllis C. Zee dari Northwestern University, banyak orang bekerja di ruangan dengan pencahayaan rendah sekitar 200–300 lux, padahal tubuh membutuhkan sekitar 500 lux untuk manfaat metabolik. Bahkan cuaca mendung tetap efektif karena bisa memberikan lebih dari 1.000 lux cahaya alami.
Segelas air putih di pagi hari terlihat sepele, tetapi manfaatnya luar biasa bagi kesehatan:
Meningkatkan metabolisme, di mana penelitian menunjukkan minum 500 ml air dapat meningkatkan laju metabolisme hingga 30 persen.
Mengaktifkan fungsi otak, mengingat otak terdiri dari sekitar 75 persen air.
Membantu detoksifikasi, karena tubuh tidak mendapat cairan selama sekitar delapan jam saat tidur.
Kebiasaan ini membantu tubuh terasa lebih segar dan siap beraktivitas sejak pagi.
Rasa syukur memiliki dampak nyata terhadap kesehatan mental dan fisik. Peneliti kebahagiaan Robert A. Emmons, Ph.D., menemukan bahwa orang yang rutin mempraktikkan rasa syukur lebih rajin berolahraga, memiliki keluhan fisik lebih sedikit, serta merasa lebih optimis menjalani hidup.
Mengucapkan satu hal yang disyukuri setiap pagi dapat membantu membentuk suasana hati yang lebih positif sepanjang hari.
Pagi hari dianggap sebagai waktu terbaik untuk meditasi karena pikiran masih relatif jernih dan belum dibebani stres harian. Meski meditasi 30 menit sangat ideal, meditasi singkat selama 5–10 menit sudah cukup membantu menurunkan stres dan kecemasan.
Memulai hari dengan pikiran yang tenang membuat konsentrasi lebih fokus, pengambilan keputusan lebih jernih, dan produktivitas meningkat.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
