
seseorang yang selalu berkata baik-baik saja / freepik
JawaPos.com - Di kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar seseorang berkata, “Saya baik-baik saja.” Kalimat ini terdengar sederhana, bahkan meyakinkan. Namun, dalam banyak kasus, ucapan tersebut justru menjadi tameng untuk menyembunyikan perasaan yang sebenarnya. Tidak semua orang nyaman mengungkapkan emosi mereka secara terbuka. Ada yang memilih untuk menekan, menghindari, atau bahkan mengabaikan perasaan mereka sendiri.
Menurut psikologi, kebiasaan menekan emosi bukanlah sesuatu yang sepele. Jika dilakukan terus-menerus, hal ini dapat berdampak pada kesehatan mental, hubungan sosial, bahkan kondisi fisik seseorang. Orang yang terbiasa mengatakan “saya baik-baik saja” padahal tidak, biasanya memiliki pola perilaku tertentu yang tanpa sadar memperkuat kebiasaan tersebut.
Dilansir dari Expert Editor pada Jumat (27/3), terdapat delapan kebiasaan umum yang sering dimiliki oleh mereka yang menekan emosi.
1. Menghindari Pembicaraan yang Mendalam
Orang yang menekan emosi cenderung menghindari percakapan yang terlalu personal atau mendalam. Ketika topik mulai menyentuh perasaan atau pengalaman pribadi, mereka akan mengalihkan pembicaraan, membuat lelucon, atau memberikan jawaban singkat.
Hal ini dilakukan sebagai mekanisme pertahanan diri. Dengan tidak membahas emosi, mereka merasa lebih aman dan terhindar dari rasa tidak nyaman.
2. Terbiasa Memendam Perasaan Sendiri
Alih-alih berbagi dengan orang lain, mereka memilih untuk menyimpan semuanya sendiri. Mereka mungkin merasa bahwa tidak ada yang benar-benar akan mengerti, atau takut dianggap lemah jika menunjukkan emosi.
Padahal, memendam perasaan dalam jangka panjang dapat menyebabkan tekanan batin yang semakin menumpuk.
3. Selalu Berusaha Terlihat Kuat
Mereka sering menampilkan citra diri yang kuat, mandiri, dan tidak mudah goyah. Di mata orang lain, mereka tampak baik-baik saja—bahkan terlihat “lebih kuat” dibandingkan kebanyakan orang.
Namun di balik itu, ada tekanan besar untuk mempertahankan citra tersebut. Mereka merasa tidak memiliki ruang untuk terlihat rapuh.
4. Menggunakan Humor sebagai Pelarian
Humor sering menjadi cara yang efektif untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit emosional. Orang yang menekan emosi kerap menggunakan candaan untuk menutupi kesedihan, kecemasan, atau kekecewaan.
Sekilas terlihat menyenangkan, tetapi jika terus digunakan sebagai pelarian, humor dapat menjadi penghalang untuk menghadapi emosi yang sebenarnya.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
