
Laporan Keuangan dan Pengelolaan Program BPJS Kesehatan 201
JawaPos.com-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan kembali meraih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS) kesehatan dan BPJS kesehatan periode 2016.
Prestasi ini merupakan yang ketiga kalinya, sejak perusahaan pelat merah ini beroperasi 2014 lalu.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris menuturkan, capaian ini menunjukkan bahwa laporan keuangan DJS kesehatan dan BPJS kesehatan selalu disajikan secara wajar. Posisi keuangan DJS kesehatan dan kinerja keuangan pada tahun tersebut pun telah sesuai dengan standart akutansi keuangan di Indonesia.
Untuk Laporan Tahun 2016, audit ini dilakukan oleh KAP Mirawati Sensi Idris (MSI) yang berafiliasi dengan Moore Stephens International Limited.
"Ini merupakan wujud implementasi dari prinsip Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yaitu keterbukaan, kehati-hatian dan akuntabilitas. Sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional dan dalam UU Nomor 24 Tahun 2011 tentang BPJS," jelasnya di Jakarta, Selasa (23/5).
Dari sisi keuangan, Fachmi menjelaskan, posisi terakhir di 31 Desember 2016, pendapatan total BPJS Kesehatan sebesar Rp 74,4 triliun, termasuk pendapatan iuran sebesar Rp 67,2 Triliun. Sementara, total beban yang harus dikeluarkan sebesar Rp 73,9 triliun, termasuk realisasi biaya manfaat jaminan kesehatan sebesar Rp 67,2 Triliun.
Pemerintah juga telah merealisasikan suntikan dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada BPJS Kesehatan untuk diteruskan ke DJS (untuk pembayaran faskes) sebesar Rp6,83 T.
"Pengelolaan dana dan program selama tahun 2016 telah dilakukan dengan baik, dibuktikan dengan diperolehnya opini WTP dan capaian atas pelaksanaan Good Governance yang diterapkan oleh BPJS Kesehatan," paparnya.
Dari hasil pengukuran Good Governance sendiri, BPJS Kesehatan memperoleh penilaian sangat baik (predikat tertinggi, yaitu > 85), dengan capaian skor aktual yaitu 88,49 dari skor maksimal 100.
Di tahun 2016, pencapaian telah didapatkan diantaranya rapor hijau dari Kantor Staf Kepresidenan (KSP), yaitu berhasilnya Kartu Indonesia Sehat terdistribusi 100 persen dan tercapainya jumlah fasilitas kesehatan (Faskes) yang bekerjasama sebanyak 109,41 persen, dari target yang diberikan pemerintah. (mia/JPG)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
