Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 30 Maret 2020 | 17.56 WIB

Perkuat Imun Tubuh dengan Curcumin dalam Temulawak

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Pandemi virus Korona yang tengah mewabah bisa dilawan dengan daya tahan tubuh yang kuat. Tak ada salahnya jika ingin kembali ke alam dengan menggunakan rempah alami untuk memperkuat imun tubuh. Salah satunya, tanaman herbal temulawak.

Juru Bicara RS Persahabatan dr. Erlina Burhan, M. Sc, SpP (K) yang juga Konsultan Paru Sub Infeksi RSUP Persahabatan, menjelaskan gejala COVID-19 seperti demam, batuk, dan pilek. Bila infeksinya sudah sampai ke paru-paru, orang bisa mengalami pneumonia hingga mengalami kesulitan napas atau sesak yang bisa berujung pada kematian. Namun pada beberapa kasus, seorang yang mengidap virus Korona tidak menunjukkan gejala apapun.

"Virus ini mungkin tidak membuat seseorang sakit karena memiliki daya tahan tubuh yang baik, namun ia bisa bersembunyi di tubuh seseorang. Kemudian, virus pun akan ditransfer kembali kepada orang-orang dengan daya tahan tubuh lemah," katanya kepada wartawan, Senin (30/3).

Erlina menyarankan agar masyarakat menjaga asupan gizi seimbang, cukup istirahat, minum suplemen, dan vitamin. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, karena virus Korona bisa menular bila terjadi kontak langsung dengan orang yang sudah lebih dulu mengidap Korona.

"Namun bila seseorang memiliki antibodi yang kuat, maka virus Korona tidak bisa melumpuhkan tubuh,” ujar Erlina.

Temulawak kini semakin dilirik untuk menangkal virus Korona. VP Research and Development SOHO Global Health Raphael Aswin Susilowidodo, menganjurkan masyarakat untuk menggunakan temulawak yang telah diekstrak. Penggunaan temulawak yang telah diekstrak menurut Aswin lebih efektif menjaga kesehatan tubuh karena kadar curcuminnya lebih terukur sehingga sesuai dengan kebutuhan tubuh.

"Untuk mendapatkan ekstrak Curcumin 20 mg diperlukan 7500 mg temulawak segar," ungkap Aswin.

Tentunya, para ahli dan produsen terus mengembangkan potensi alam Indonesia dalam mengembangkan temulawak. SOHO Centre of Excellence in Herbal Research (SCEHR) fokus pada penelitian dan budidaya temulawak dengan telah melalui uji toksisitas agar temulawak aman dikonsumsi.

Ketua Tim Riset Korona dan Formulasi Vaksin dari Professor Nidom Foundation (PNF) Prof. Dr. Chairul A. Nidom, adalah salah satu sosok yang terlibat langsung saat penanganan wabah flu burung beberapa tahun lalu. Menurutnya, flu burung tidak sampai menimbulkan pandemi di Indonesia karena penularannya tidak secepat COVID-19. Risiko kematian akibat flu burung di Indonesia bisa sampai 83,9 persen, tapi jumlah yang terinfeksi tidak terlalu banyak.

Salah satu bahan alami yang dapat digunakan untuk memelihara daya tahan tubuh adalah temulawak yang mengandung curcumin (kurkumin). Temulawak sudah lama digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk pemeliharaan kesehatan, pencegahan dan pengobatan penyakit, serta pada masa pemulihan.

Nidom menjelaskan curcumin dalam temulawak mampu mengendalikan produksi sitokin akibat dari satu sel yang terinfeksi oleh virus, baik itu virus infuenza maupun Covid-19. Sitokin adalah protein yang dihasilkan sistem kekebalan tubuh, bila terpapar virus terus menerus bisa terjadi badai sitokin yang membuat paru- paru padat dan kaku sehingga terjadi sesak nafas bahkan gagal napas dan bisa berlanjut ke kematian.

Ia mengungkapkan, dalam penelitian yang ia lakukan pada 2008 curcumin pada temulawak mampu mengendalikan sitokin inflamatori sehingga tidak terjadi badai sitokin. Hasil penelitian ini sejalan dan memperkuat hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan, bahwa Temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb) yang mengandung curcumin memiliki efek terhadap daya tahan tubuh yaitu sebagai imunomodulator. Penelitian lain menyatakan bahwa curcumin dapat memodulasi sistem daya tahan tubuh dengan cara meningkatkan kemampuan proliferasi sel T.

"Penelitian bio-informatika yang dipublikasikan pada Maret 2020 dan kepustakaan terbaru telah menyebut bahwa curcumin merupakan salah satu kandidat antivirus SARS-CoV-2," tegas Prof Nidom.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore