Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 12 Mei 2020 | 18.49 WIB

Waspada, Napas Bau Ternyata Bisa Jadi Sinyal Diabetes Tipe 2

Secara umum penyebab bau mulut adalah adanya sisa-sisa makanan atau ada gigi yang membusuk. - Image

Secara umum penyebab bau mulut adalah adanya sisa-sisa makanan atau ada gigi yang membusuk.

JawaPos.com - Sering kali napas bau dan aroma mulut yang tak segar dianggap sebelah mata oleh masyarakat. Padahal, napas bau yang keluar lewat mulut bisa menjadi indikator kadar gula seseorang melebih normal. Sehingga perlu waspadai kondisi diabetes jika Anda sering merasakan napas bau.

Napas yang berbau adalah gejala diabetes tipe 2 yang jarang diketahui. Lebih tepatnya disebut ketoasidosis atau diabetik. Apa hubungannya napas dan gula darah?

Ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin untuk energi, kondisi itu memecah sel-sel lemak untuk energi. Proses ini menghasilkan asam yang dikenal sebagai keton.

Dilansir dari Express.co.uk, Selasa (12/5), ketika seseorang memiliki kelebihan keton dalam aliran darahnya, biasanya dibuang melalui urin. Ketika tubuh memecah lemak untuk energi, efeknya adalah napas berbau buah atau napas yang berbau seperti aseton, atau cat kuku. Diabetic ketoacidosis (DKA) adalah komplikasi diabetes yang parah.

Ketoasidosis diabetikum adalah masalah serius yang dapat terjadi pada penderita diabetes jika tubuh mereka mulai kehabisan insulin. DKA disebabkan oleh kurangnya insulin dalam tubuh. Sehingga menyebabkan tubuh memecah lemak untuk energi. Keton dilepaskan ke dalam tubuh karena lemaknya dipecah.

“DKA terutama memengaruhi orang dengan diabetes tipe 1 tetapi kadang-kadang dapat terjadi pada orang dengan diabetes tipe 2. Tanda-tanda DKA termasuk napas yang berbau buah seperti permen pear drop atau pernis kuku," seperti dimuat dalam laman Diabetes.co.uk

Mengetahui dan memahami gejala-gejala gula darah tinggi sangat penting bagi mereka yang keluarganya memiliki riwayat diabetes. Hiperglikemia, atau gula darah tinggi, adalah umum di antara penderita diabetes. Ini terjadi ketika penderita diabetes makan terlalu banyak dan terlalu sedikit insulin untuk mengatur gula darahnya.

“Terkadang stres bisa menyebabkan diabetes. Gejala-gejala lain yakni termasuk sering buang air kecil, mengantuk, mual, lapar ekstrem atau haus atau penglihatan kabur," lanjutnya.

Untuk itu, sangat penting untuk mengelola kadar gula darah dengan benar. Sebab kadar gula darah yang tinggi dapat menciptakan komplikasi kesehatan yang serius. Komplikasi diabetes termasuk penyakit jantung, kehilangan penglihatan, kerusakan saraf, dan kemungkinan penyakit ginjal.

Diet sehat dan seimbang dapat membantu memerangi kondisi dan mengurangi risiko kondisi serius. Olahraga teratur dan tes darah rutin sangat penting untuk mengelola gula darah dengan benar.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=UszCDXFPpSo

 

https://www.youtube.com/watch?v=tMVEV5BGD4A

 

https://www.youtube.com/watch?v=RpIftLg3XD4

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore