Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Oktober 2021 | 17.34 WIB

Sembuh dari Covid-19 Tapi Diliputi Gangguan Kecemasan, Ini Gejalanya

Ilustrasi virus korona (Covid-19). Antara - Image

Ilustrasi virus korona (Covid-19). Antara

JawaPos.com - Tidak cukup hanya sehat secara fisik, kesehatan mental seseorang sangat memengaruhi produktivitas dalam bekerja. Masalah mental juga dapat mengganggu kesehatan fisik seseorang.

Bukan hanya pembatasan sosial yang menyebabkan masalah kesehatan mental. Para penyintas Covid-19 pun merasakan gangguan mental ini.

Psikolog Inez Kristanti memaparkan status kesehatan mental di Indonesia selama pandemi Covid-19. Ia mengutip sebuah studi dari Iskandarsyah, A. (2020, 29 April) dengan 3.686 responden dari 33 provinsi di Indonesia. Studi menunjukkan bahwa 72 persen partisipan dilaporkan mengalami kecemasan dan 23 persen partisipan dilaporkan merasa tidak bahagia.

Dalam webinar Good Doctor Technology Indonesia (GDTI) dan AXA Financial Indonesia, baru-baru ini, Inez menjelaskan beberapa masalah gangguan kecemasan. Hal itu bisa dialami para penyintas Covid-19 atau menjadi dampak dalam kasus Long Covid. Hal itu diungkap dalam Good Talk sebagai bagian dari rangkaian Good Talk Series.

Hal senada diungkapkan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr. Jeffri Aloys Gunawan, Sp.PD dari GDTI. Menurutnya Covid-19 adalah penyakit yang memiliki efek jangka panjang. Efek jangka panjangnya masih diteliti sampai sekarang.

Ada literatur yang menyebutkan bahwa setahun setelah terpapar Covid-19, hampir 50 persen masih merasakan setidaknya satu gejala. Gejalanya bervariasi.

"Gejala yang dialami penyintas Covid-19 setelah 12 bulan atau lebih adalah sesak napas, cemas, depresi, lelah, dan capai. Misalnya, olahraga dengan intensitas rendah yang dilakukan hanya sebentar membuat Anda merasa lelah. Sementara itu, mereka yang 6 bulan telah sembuh dari Covid-19 dan masih merasakan gejala-gejala itu mencapai hampir 70 persen," kata Jeffri.

Apa saja gejala kecemasan tersebut?

Long Covid-19 dialami pasien apabila setelah empat pekan sejak mulai merasakan gejala Covid-19 sampai dinyatakan negatif, masih timbul gejala sisa. Gejala ini dapat berupa sesak napas, nyeri sendi, nyeri otot, batuk, diare, kehilangan penciuman, dan pengecapan. Dan gejala sisa lainnya menyebabkan aspek kognitif mengalami penurunan.

Menurut Jeffri, aspek penalaran dan analisis merupakan aspek kognitif yang paling terdampak akibat penyakit ini. Kognitif terganggu akan mempengaruhi kualitas sumber daya manusia suatu bangsa yang ujung-ujungnya pada outcome atau produk domestik bruto (PDB) suatu negara.

Gejala kecemasan yang dialami pasien antara lain kekhawatiran bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi, khawatir yang berlebihan, mudah marah dan kesal, serta sulit merasa rileks. Sementara itu, gejala depresi yang dilaporkan antara lain masalah tidur, kurangnya kepercayaan diri, kelelahan, dan kehilangan minat.

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan di The Lancet pada April 2021 menemukan bahwa sepertiga pasien Covid-19 telah didiagnosis dengan gejala neurologis atau psikologis, termasuk kecemasan, depresi, gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan psikosis, dalam 6 bulan setelah mereka tertular Covid-19.

“Paling banyak yang datang ke kami adalah yang mengalami gangguan psikosomatis dan kecemasan,” ujar Jeffri.

 

Solusinya

 

Psikilog Klinis Ratih Ibrahim mengakui bahwa ketakutan, kengerian, paranoid, kecemasan (PTSD) tetap ada sekalipun kita dinyatakan sembuh. Kesehatan mental perlu diperhatikan apabila seseorang mengalami Long Covid-19, apalagi karena mereka akan merasakan frustrasi karena gejala penyakit masih dirasakan walaupun mereka sudah dinyatakan sembuh.

Untuk membuat mental kita pulih, Ratih memberikan tips untuk mengadopsi kebiasaan kesehatan mental yang baik. Apa saja?

Lakukan latihan pernapasan secara teratur. Menerapkan pola latihan yang baik. Makan dengan baik. Mengadopsi kebiasaan gaya hidup yang baik. Menerapkan kebiasaan tidur yang baik. Selain itu, ada berbagai teknik relaksasi untuk membantu mengatasi stres, yaitu Shaking Therapy, Ikigai, Butterfly Hug, dan Guided Imagery.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore