Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 Desember 2021 | 21.26 WIB

Sakit Tenggorokan Jadi Gejala Omicron, Kapan Harus Tes Swab?

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Saat perubahan musim pancaroba di tengah munculnya varian baru Covid-19 Omicron, seseorang sulit membedakan gejala flu atau Covid-19. Apalagi sejumlah penelitian menyebutkan gejala Covid-19 Omicron cenderung lebih ringan, salah satunya sakit tenggorokan dan sakit kepala, mirip flu. Bagaimana cara membedakannya, dan kapan harus tes?

Ahli Kesehatan dari Colorado AS, dr. John Torres menjelaskaj jika Anda merasa sesak dan kelelahan, akan sulit untuk menentukan apakah Anda terkena Covid-19, flu, atau yang lainnya. Biasanya, sarannya adalah jika mulai merasakan gejala itu di era pandemi, Anda harus menganggap itu Covid-19 kecuali terbukti sebaliknya.

"Pastikan Anda mengisolasi diri (dan) menjalani tes untuk memastikan itu bukan Covid-19," kata dr. John Torres seperti dilansir dari 7News, Rabu (29/12).

“Jika hasil tes negatif, maka Anda dapat mulai mengira hal itu sebagai pilek atau flu," katanya.

Sebab memang ada banyak gejala tumpang tindih dalam gejala-gejala itu. Dan itulah mengapa sangat sulit untuk membedakan antara semuanya.

Berbeda dengan flu biasa atau Covid-19, gejala flu cenderung datang tiba-tiba dan bisa terasa parah. “Flu langsung menyerang Anda,” jelas dr. Torres.

"Jika Anda pernah terkena flu, Anda tahu bahwa Anda sampai pada titik di mana Anda tidak bisa bangun dari tempat tidur," tambahnya.

Sejauh ini, tanda-tanda Omicron cenderung mirip dengan jenis Covid-19 sebelumnya. Tetapi ada beberapa perbedaan kecil yang muncul.

"Orang tidak melaporkan kehilangan rasa atau bau sebanyak dengan Omicron seperti pada varian sebelumnya. Tetapi orang-orang melaporkan berkeringat di malam hari, yang merupakan gejala yang sangat aneh yang mereka alami," tambahnya.

Kapan harus tes?

Jika Anda menunjukkan gejala tersebut sebaiknya melanjutkan dengan dites. Era pandemi, kata dia, membuat seseorang harus berasumsi bahwa dirinya terkena Covid-19.

“Dan, sekali lagi, Anda harus berasumsi bahwa Anda memiliki Covid-19 sampai tes Anda mengatakan sebaliknya," katanya.

Obat rumahan terbaik untuk pilek, flu, dan Covid-19. Perawatan rumah terbaik untuk semua penyakit ini bergantung pada gejala yang Anda alami. Apa saja?

Jika Demam dan nyeri tubuh, gunakan obat penurun rasa sakit dan demam. Jika hidung tersumbat, gunakan dekongestan yang dijual bebas. Jika kelelahan, pastikan Anda tetap terhidrasi, mendapatkan cukup elektrolit dan istirahat.

"Tidur adalah salah satu bantuan terbesar untuk memulihkan diri dan meregenerasi dirinya sendiri sehingga dapat melindungi sistem kekebalan tetap kuat,” kata dr. Torres.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore