
Ilustrasi komplikasi hipertensi snagat berbahaya karena bisa menyebabkan stroke, di ginjal menjadi gagal ginjal, dan di jantung menjadi serangan jantung atau penyakit jantung koroner. (Istimewa)
JawaPos.com - Tekanan darah tinggi adalah sebuah kondisi yang dapat memicu berbagai komplikasi penyakit lainnya seperti jantung, stroke, hingga gagal ginjal. Karena itu, tekanan darah seseorang harus terkontrol. Bagi pasien darah tinggi, kontrol darah diintervensi dengan obat dan perubahan gaya hidup sehat.
Dilansir dari laman National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), Jumat (12/8), darah tinggi dapat berujung gagal ginjal jika tidak terkontrol dan tidak rutin minum obat. Tekanan darah tinggi dapat menyempitkan dan mempersempit pembuluh darah, yang akhirnya merusak dan melemahkannya di seluruh tubuh, termasuk di ginjal.
Penyempitan mengurangi aliran darah. Jika pembuluh darah ginjal rusak, mereka mungkin tidak lagi berfungsi dengan baik. Ketika ini terjadi, ginjal tidak dapat membuang semua limbah dan cairan ekstra dari tubuh. Cairan ekstra di pembuluh darah dapat meningkatkan tekanan darah bahkan lebih, menciptakan siklus yang berbahaya, dan menyebabkan lebih banyak kerusakan hingga berujung gagal ginjal.
Tekanan Darah Tinggi dan Ginjal
Tekanan darah cenderung meningkat seiring bertambahnya usia. Pembuluh darah kita secara alami menebal dan menegang dari waktu ke waktu. Faktor risiko darah tinggi termasuk jika Anda emiliki anggota keluarga dengan tekanan darah tinggi.
Memiliki pola hidup yang tidak sehat seperti makan terlalu banyak natrium (garam), minum terlalu banyak minuman beralkohol, atau tidak aktif secara fisik dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi. Selain tekanan darah tinggi, faktor lain yang meningkatkan risiko penyakit ginjal adalah diabetes hingga riwayat keluarga gagal ginjal. Tekanan darah tinggi dapat menjadi penyebab dan akibat dari penyakit ginjal.
Harus Rutin Minum Obat
Rutin minum obat akan memperlambat perkembangan penyakit ginjal dari tekanan darah tinggi. Cara terbaik untuk memperlambat atau mencegah penyakit ginjal akibat tekanan darah tinggi adalah dengan menurunkan tekanan darah. Langkah-langkah ini termasuk kombinasi obat-obatan dan perubahan gaya hidup.
Obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah juga dapat secara signifikan memperlambat perkembangan penyakit ginjal. Banyak orang memerlukan dua atau lebih obat untuk mengontrol tekanan darah mereka. Selain ACE inhibitor atau ARB, seorang profesional perawatan kesehatan dapat meresepkan diuretik atau obat yang membantu ginjal mengeluarkan cairan dari darah atau obat tekanan darah lainnya. Karena itu, hidup disiplin dengan rutin minum obat menjadi kunci agar terhindar dari gagal ginjal akibat hipertensi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
