Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 November 2022 | 02.04 WIB

Bagaimana Sih Penanganan Cedera Ligamen Lutut Anterior?

Ilustrasi penanganan cedera lutut yang sering dialami saat berolahraga. (Pixabay) - Image

Ilustrasi penanganan cedera lutut yang sering dialami saat berolahraga. (Pixabay)

JawaPos.com - Pernahkah mengalami nyeri lutut saat berolahraga? Pada lutut ada 4 urat yang berperan terhadap kestabilan sendi. Dari keempat ligamen tersebut yang paling rentan mengalami cedera adalah ACL atau Anterior Cruciate Ligament.

Fungsi ACL membantu menjaga stabilitas rotasi lutut dan mencegah tibia (tulang kering) bergeser di depan tulang paha. Cedera ACL termasuk salah satu jenis cedera lutut paling umum, sekitar 40 persen dari semua cedera terkait olahraga.

“Cedera olahraga yang paling banyak kami tangani adalah cedera ACL. Ligamen adalah jaringan ikat yang membuat kestabilan pada sendi. Pada lutut ada 4 urat yang berperan terhadap kestabilan sendi. Dari keempat ligamen tersebut yang paling rentan mengalami cedera adalah ACL. Semua pelaku olahraga yang mengandalkan kelincahan kecepatan bisa mengalami kondisi ini. ACL sangat rentan mengalami cedera,” kata Dokter Ortopedi di Mayapada Hospital dr. Sapto Adji Harjosworo, Sp.OT (K) kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Menurutnya bentuk cedera yang dialami pasien umumnya mengalami putus bagian urat. Urat pada lutut terpuntir sehingga menyebabkan nyeri.

“Paha berpuntir ke luar, sementara tungkai bawah kita bergerak ke dalam, sehingga memutuskan urat tersebut. Sama seperti ketika turun tangga, tak menyadari dua anak tangga yang belum dilangkah, terjatuh dan menumpu. Begitu dia putus, ligamen seperti bunyi dan terputus,” kata dr. Sapto.

“Bisa sampai robek sebagian, atau sampai putus total. Jadi tergantung memang dari seberapa parah, kalau hanya ketarik aja, bisa melanjutkan permainan. Tapi kalau sudah robek atau putus sebagian akan sulit,” ungkap dr. Sapto.

Penyebabnya
Seringkali pemanasan dituding menjadi alasan terjadinya cedera. Kurangnya pemanasan sebelum berolahraga sering dianggap sebagai alasan. Namun menurut Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Mayapada Hospital dr. Taufan Favian Reyhan, Sp.KO, pemanasan bukan pemicu utama.

“Bicara cedera ACL, bicara multifaktor. Pemanasan dijadikan pencetus kesalahan, padahal ada faktor lainnya,” katanya.

Faktor internal misalnya bisa karena berat badan, teknik main atau olahraga yang salah, hingga kelelahan, atau otot tak seimbang.

Faktor eksternal misalnya suasana bermain terlalu bersemangat dengan adrenalin yang meningkat sehingga atlet terlalu memaksa saat berolahraga. Atau mungkin lapangan kurang bagus, berlubang, lengket, hingga sepatu olahraga yang tak cocok.

“Faktor pertandingan itu sendiri, semakin sering terpapar juga bisa memicu,” ujar dr. Taufan.

Pertolongan Pertama
Menurut dr. Taufan, untuk pertolongan pertama biasanya bisa memakai hal sederhana seperti istirahat hingga kompres es batu. Kemudian atlet harus dibantu tim medis.

Namun ketika pertolongan pertama sudah tak efektif, atlet tidak dapat melanjutkan permainan. Atlet harus diangkut menuju ke rumah sakit.
“Kalau masih nyeri butuh penanganan yang harus komprehensif, harus diangkut oleh tim medis dan pemain harus diganti,” ungkapnya.

Gejala Putusnya ACL
Terdengar suara meletup di lutut. Rasa nyeri yang hebat dan tidak dapat melanjutkan aktivitas. Pembengkakan lutut yang muncul beberapa jam kemudian. Berkurangnya kemampuan menggerakan lutut. Rasa tidak seimbang saat dipakai untuk menopang berat badan.

Tatalaksana dan Pengobatan
Untuk tatalaksana atau penanganan dan pengobatan ACL, menurut dr. Sapto, memang harus ditangani secara multidisiplin. Kondisi ACL tak punya kemampuan menyembuhkan diri sendiri.

“ACL tak punya kemampuan itu. Sekali putus tetap putus, tak bisa disambung lagi maka harus operasi,” ungkap dr. Sapto.

Setelah melakukan sesi wawancara dan pemeriksaan, dokter melakukan pemeriksaan penunjang. Misalnya Foto Rontgen (X-ray). Tidak dapat melihat kerusakan ligamen, tapi dapat melihat ada tidaknya kelainan pada tulang.

Lalu dilakukan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) dapat melihat sobekan ligamen, atau luka pada tulang rawan. Penanganan cedera ACL yakni operasi

Tindakan Arthroscopy yaitu teknik operasi minimal invasif untuk menangani kasus cedera olahraga. Tindakan ini untuk diagnosis dan memperbaiki masalah di dalam sendi.

Keunggulan teknik ini adalah sayatan minimal sehingga nyeri dan risiko infeksi lebih kecil, waktu rawat inap lebih pendek, dan pemulihan lebih cepat. Arthroscopy dapat dilakukan untuk lutut, bahu, pinggul, tangan dan kaki.

Program pemulihan pasca operasi
Program latihan akan diberikan untuk pemulihan pasca operasi untuk mengembalikan performa dan kebugaran pasien sehingga dapat kembali aktif dalam kegiatan sehari-hari dan berolahraga. Penanganan kasus cedera olahraga dengan pendekatan non operatif. Program terapi non operatif akan disesuaikan dengan kondisi pasien.

Mengenal Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital
Cocok untuk para pelaku olahraga yang mengalami cedera olahraga seperti ACL. Ini merupakan layanan komprehensif dan terintegrasi terkait olahraga dan kebugaran, mulai dari program preventif, screening, performa olahraga, penanganan cedera dan program pemulihan pasca cedera dan pasca operasi. Didukung kolaborasi tim dokter multi spesialisasi dan fisioterapis olahraga yang profesional dan berpengalaman untuk memberikan program latihan dan penanganan cedera sesuai dengan kebutuhan pasien.

Berbagai kondisi yang ditangani yakni Sprain and strain (Keseleo dan tegangan otot), Nyeri lutut, bahu, pinggul, tangan, dan kaki akibat cedera olahraga, ACL, Jumper’s knee (Cedera lutut), Runner’s knee (Cedera lutut), Achilles tendinitis (Cedera pada tendon achilles) hingga dislokasi sendi.
Layanan ini menghadirkan tim dokter Mayapada Hospital Jakarta Selatan di antaranya :
1. dr. Sapto Adji Harjosworo, Sp.OT (K)Sport Injury,
2. dr. Charles Hoo, SpOT(K)Sport Injury
3. dr. Taufan Favian Reyhan, Sp.KO
4. dr. Jovita Maria, SpKFR

Mayapada Hospital Kuningan :
1. dr. Demy Faheem, SpOT(K)Sport Injury,
2. dr Elyse SpKO, dr Zeth Boroh SpKO,
3. dr Grace Tumbelaka SpKO, dr Febriyani Valentina SpKFR,
4. dr Inez Widyasari Halim SpKFR

Deteksi dan Tindakan:
Lakukan deteksi sedini mungkin untuk menghindari resiko penyakit menjadi serius. Jangan tunda melakukan tindakan apabila ada gejala yang dirasakan. Bila anda memiliki pertanyaan, anda bisa melakukan konsultasi dengan dokter melalui klik link berikut: https://mayapadahospital.com/askdoctor dan dapatkan voucher diskon pemeriksaan medical check up.

 

 

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore