Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 19 September 2024 | 21.32 WIB

Daging Ayam Kampung Terbukti Lebih Sehat daripada Daging Ayam Komersial, Ini Hasil Penelitiannya

Pedagang daging ayam ras di Pasar Tanjung Jember, Senin (10/4). - Image

Pedagang daging ayam ras di Pasar Tanjung Jember, Senin (10/4).

JawaPos.com - Kita sering bertemu dengan berbagai macam daging, termasuk daging ayam. Daging ayam di Indonesia biasanya dibagi menjadi dua, daging ayam komersial dan daging ayam kampung yang harganya cenderung lebih mahal. 

Ayam kampung cenderung memiliki harga yang lebih mahal karena bukan berasal dari pabrik-pabrik atau peternakan besar. Mereka datang dari peternakan-peternakan kecil yang lebih organik. 

Dilansir dari Healthline, Departemen Agrikultur Amerika Serikat sendiri menyatakan ayam kampung baru bisa mendapatkan label tersebut apabila ayam-ayam tersebut mendapatkan akses ke ruang terbuka. 

Ayam kampung jauh lebih sehat dari ayam biasa

Hal tersebut dikarenakan ayam kampung dapat beraktivitas lebih banyak daripada ayam-ayam pabrik yang biasanya diam di kandang tertutup mereka. 

Terdapat penelitian dimana ayam kampung memiliki lemak jauh lebih sedikit tapi protein, zat besi dan zinc lebih tinggi daripada ayam komersial. 

Selain itu, bakteri berbahaya seperti salmonella lebih sering ditemukan di daging-daging ayam komersial. 

Ayam kampung juga menghasilkan telur yang jauh lebih sehat. 

Dilansir dari laman Dr. Axe, telur ayam kampung memiliki tingkat kolesterol dan lemak yang lebih sedikit. 

Akan tetapi kandungan vitamin A, omega-3, vitamin E, dan beta carotene jauh lebih banyak daripada telur biasa. 

Tidak mengganggu hormon

Dalam penelitian pada tahun 2017, ditemukan fakta bahwa subjek yang hanya memakan daging ayam komersial mengalami kenaikan tingkat pertumbuhan, kolesterol, dan ketidakseimbangan hormon. 

Hormon-hormon ini adalah hormon progesteron, testosteron, dan estrogen. 

Penelitian ini mengambil kesimpulan “daging ayam komersial dapat menjadi potensi meningkatnya perkembangan polycystic ovary syndrome (PCOS) pada perempuan karena ketidakseimbangan steroid hormon”. 

Memiliki rasa lebih enak

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore