Ilustrasi makan seblak. (astronauts)
JawaPos.com - Seblak identik dengan anak muda yang menyukai makanan pedas dengan tingkat yang berbeda level. Karena begitu banyak dari mereka yang menyukainya hingga tak jarang ada yang sering mengonsumsinya.
Seblak, hidangan khas Indonesia yang terdiri dari berbagai bahan seperti kerupuk, mie, dan bumbu pedas, telah menjadi favorit di kalangan banyak orang. Meski memiliki cita rasa yang lezat, mengonsumsi seblak terlalu sering dapat membawa sejumlah risiko dan bahaya bagi kesehatan.
Dilansir laman klikdokter.com, Kamis (7/11), bahwa seblak tinggi kalori dan natrium yang dapat menjadi salah satu penyumbang meningkatkan risiko obesitas. Sebagai informasi, obesitas merupakan kegemukan yang berlebihan.
1. Peningkatan risiko gangguan lambung
Bumbu pedas dan tingkat kepedasan yang tinggi dalam seblak dapat mengiritasi lambung dan menyebabkan gangguan pencernaan seperti gastritis atau refluks asam. Penderita masalah lambung sebaiknya menghindari konsumsi makanan pedas secara berlebihan.
2. Risiko gangguan metabolisme
Kandungan gula dan lemak jenuh dalam seblak dapat memengaruhi kadar gula darah dan kolesterol dalam tubuh. Kebiasaan makan yang tidak sehat dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan penyakit diabetes tipe 2.
3. Rendah nutrisi penting lainnya
Seblak tidak memberikan banyak nutrisi penting seperti vitamin C, vitamin A, vitamin B kompleks, dan mineral penting seperti kalsium, besi, dan magnesium. Asupan nutrisi yang tidak seimbang dapat menyebabkan kekurangan nutrisi dan masalah kesehatan jangka panjang.
4. Kandungan lemak jenuh dan garam
Seblak sering mengandung lemak jenuh dan garam dalam jumlah yang tinggi. Asupan lemak jenuh yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung, sementara asupan garam yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah tinggi dan masalah kesehatan terkait.
5. Tinggi kalori dan lemak
Seblak umumnya mengandung bahan seperti mie, kerupuk, dan daging, yang dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap asupan kalori dan lemak. Konsumsi kalori berlebihan dapat menyebabkan peningkatan berat badan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan risiko obesitas dan penyakit terkait.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
