
Ilustrasi manfaat serta risiko dan efek samping dari DHEA. (Dok. Freepik)
JawaPos.com–Dehidroepiandrosteron atau DHEA merupakan hormon yang menyimpan banyak misteri dan potensi. Seiring bertambahnya usia, kadar DHEA dalam tubuh mengalami penurunan yang signifikan.
Suplemen DHEA telah muncul sebagai bintang baru di dunia kesehatan dan kebugaran, menjanjikan peningkatan energi, suasana hati yang lebih baik, dan bahkan manfaat anti penuaan. Namun, seperti halnya dengan banyak hal yang terdengar terlalu bagus untuk menjadi kenyataan, penting untuk menggali lebih dalam, bahwa dalam tanda kutip apakah suplemen ini benar-benar efektif atau aman untuk digunakannya hal itu terbesit dalam pikiran sebagian orang yang belum mengetahuinya.
Dalam satu meta-analisis, ditemukan bahwa suplemen DHEA dapat meningkatkan massa tubuh tanpa lemak dan mengurangi lemak tubuh. Meskipun demikian, pertanyaan utama yang tetap mengemuka adalah apakah perubahan dalam komposisi tubuh ini benar-benar berkontribusi pada peningkatan kekuatan fisik atau sebaliknya. Melansir dari Halvard Health Publishing, berikut manfaat dan risiko yang mungkin menyertainya.
Ada beberapa bukti awal yang menunjukkan bahwa DHEA mungkin memiliki efek positif pada gejala depresi. Namun, penting untuk dicatat bahwa bukti tersebut tidak dianggap berkualitas tinggi, sehingga DHEA bukanlah terapi lini pertama untuk depresi. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada harapan, namun tidak dapat diandalkan sebagai solusi utama untuk masalah kesehatan mental seperti ini.
DHEA juga menunjukkan potensi dalam membantu memperbaiki penipisan jaringan vagina, yang dikenal sebagai atrofi vagina. Sisipan vagina yang mengandung DHEA, yang tersedia dengan resep dokter, dapat membantu mengurangi rasa sakit saat berhubungan seksual pada wanita pascamenopause. Namun, bukti tentang manfaatnya untuk gejala menopause lainnya, seperti rasa panas dan kekeringan vagina, belum konsisten.
Selain itu, DHEA juga sering dipasarkan sebagai suplemen untuk meningkatkan fungsi seksual, khususnya bagi mereka yang mengalami penurunan dorongan seksual akibat penuaan atau ketidakseimbangan hormon.
Dalam penelitian di bidang ini menunjukkan hasil yang bervariasi, beberapa studi menemukan sedikit peningkatan dalam area seperti hasrat seksual, gairah, lubrikasi, nyeri, orgasme, dan frekuensi aktivitas seksual. Namun, ada juga penelitian yang tidak menunjukkan efek yang signifikan. Hal ini menegaskan perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengeksplorasi dampak DHEA pada fungsi seksual secara lebih mendalam.
Risiko dan efek samping
Secara umum, DHEA terkadang dianggap aman untuk digunakan dalam dosis hingga 50 miligram per hari selama dua tahun. Namun, penggunaannya tidak lepas dari kemungkinan risiko dan efek samping.
Efek samping ringan seperti jerawat, sakit perut, dan perubahan suasana hati bisa saja muncul secara tiba-tiba. Patut diwaspadai bahwa DHEA pun tidak boleh digunakan oleh seseorang yang sedang hamil atau menyusui, memiliki masalah hati, atau mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS).
Selain itu, DHEA juga dapat memengaruhi kadar estrogen dan memperburuk kondisi yang sensitif terhadap hormon, seperti kanker payudara dan endometriosis. Dengan perubahan kadar estrogen dapat memperburuk gejala atau perkembangan penyakit tersebut.
Bagi penderita diabetes, ini berarti bahwa penggunaan DHEA bisa menyebabkan fluktuasi dalam kadar gula darah, sehingga mereka perlu lebih berhati-hati dan memantau kadar gula darah mereka secara rutin. Dengan kata lain, DHEA dapat menambah tantangan dalam pengelolaan diabetes, dan penting bagi penderita diabetes untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakannya
penggunaan DHEA memiliki risiko yang dapat berdampak negatif pada kesehatan jantung. Secara khusus, DHEA dapat mengurangi kadar kolesterol HDL (High-Density Lipoprotein), yang berfungsi sebagai pelindung bagi jantung. Kolesterol HDL membantu mengangkut kolesterol jahat dari arteri ke hati, di mana ia diolah dan dikeluarkan dari tubuh.
Dengan kata lain, bagi individu yang sudah berjuang dengan masalah suasana hati, DHEA bisa memperburuk kondisi mereka dan menyebabkan ketidakstabilan emosional. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menggunakan.
Dengan demikian, meskipun DHEA menawarkan beberapa manfaat yang menarik, penting untuk mendekatinya dengan hati-hati dan berdasarkan bukti yang ada. Banyak risiko yang harus menanggungnya dengan kita menggunakannya terutama pada dosis yang tinggi.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
