Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 19.10 WIB

Berat Badan Cepat Turun Tapi Cepat Naik Lagi? Inilah Alasan Utamanya dan Cara Mengatasinya

 Ilustrasi alasan mengapa berat badan cepat naik turun (Dok. Freepik) - Image

 Ilustrasi alasan mengapa berat badan cepat naik turun (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernah merasa senang karena berat badan turun drastis dalam waktu singkat, tapi kemudian kecewa saat angka di timbangan naik lagi?

Kondisi ini sering disebut efek yo-yo, dan banyak orang yang mengalaminya setelah mencoba diet ketat atau program penurunan berat badan instan.

Masalahnya, berat badan yang cepat turun biasanya tidak dibarengi dengan perubahan gaya hidup yang berkelanjutan.

Akibatnya, tubuh akan beradaptasi dengan memperlambat metabolisme, membuat rasa lapar lebih sering muncul, dan akhirnya berat badan kembali naik bahkan lebih tinggi dari sebelumnya.

Tapi jangan khawatir, ada cara untuk menghentikan siklus ini. Dengan memahami penyebab utama kenapa berat badan cepat naik lagi, Anda bisa menemukan solusi yang lebih sehat, efektif, dan tahan lama untuk menjaga berat badan ideal tanpa harus tersiksa oleh diet ekstrem.

Kembalinya Berat Badan dengan Cepat


Dilansir dari lama India Today, menurut Kushal Pal Singh dari Anytime Fitness, penurunan berat badan yang instan biasanya bukan karena lemak hilang, melainkan lebih banyak cairan dan otot.

Karena metode ini tidak berkelanjutan, begitu orang kembali ke pola makan lama, tubuh yang sudah masuk “mode bertahan hidup” justru lebih cepat menyimpan lemak.

Setelah fase “kelaparan” berakhir, metabolisme melambat dan hormon lapar meningkat, membuat orang mudah makan berlebihan.

Tubuh juga otomatis menyimpan lebih banyak lemak sebagai cadangan, seolah bersiap menghadapi kelaparan berikutnya.

Dampak pada Tubuh

Menurunkan berat badan dengan cepat sering kali terlihat menjanjikan, angka di timbangan turun drastis, tubuh terasa lebih ringan, dan rasa puas pun muncul.

Namun, di balik itu, tubuh justru menghadapi tekanan besar. Alih-alih membakar lemak, diet ekstrem membuat otot terkikis, metabolisme melambat, dan nutrisi penting berkurang.

Akibatnya, risiko gangguan hormon, masalah jantung, hingga melemahnya sistem imun menjadi jauh lebih tinggi.

Semua ini menunjukkan bahwa penurunan berat badan instan bukan sekadar sulit dipertahankan, tapi juga bisa membawa dampak serius bagi kesehatan jangka panjang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore