Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 September 2025, 21.45 WIB

Waspadai Kutu Air! Infeksi Jamur Kaki yang Mudah Menular, Ini 5 Tips untuk Pencegahannya

Ilustrasi kaki gatal-gatal akibat kutu air (Dok. Freepik) - Image

Ilustrasi kaki gatal-gatal akibat kutu air (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Masalah kesehatan kaki kerap kali diabaikan meskipun dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu kondisi yang sering dialami banyak orang adalah infeksi jamur pada kaki yang dikenal dengan berbagai nama. Kondisi ini tidak hanya menyebabkan ketidaknyamanan fisik, tetapi juga dapat menurunkan rasa percaya diri seseorang. Karena itu, pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan kaki tidak boleh disepelekan, terutama dalam iklim tropis seperti Indonesia yang mendukung pertumbuhan jamur.

Kutu air, atau dalam istilah medis disebut tinea pedis atau athlete's foot, merupakan infeksi jamur yang menyerang kulit kaki. Kondisi ini disebabkan oleh jamur dermatofita yang tumbuh subur di lingkungan lembab dan hangat. Meskipun namanya 'kutu air', kondisi ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan kutu, melainkan murni infeksi jamur pada kulit. 

Gejala kutu air juga sangat beragam dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi penderitanya. Untuk itu, Hello Sehat menyoroti beberapa gejala yang akan muncul ketika kamu terkena infeksi jamur ini.

  • Sensasi tidak nyaman di area kaki 

Penderita akan merasakan iritasi berupa gatal yang intens, disertai sensasi panas, terbakar, dan menyengat terutama di antara jari-jari kaki. Bagian samping dan telapak kaki juga akan terasa sangat gatal sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.  

  • Perubahan kondisi kulit kaki 

Kulit akan mengalami lepuhan dan lecet akibat garukan yang berlebihan, dengan area yang terkena tampak berwarna kemerahan. Kulit diantara jari kaki terlihat pecah-pecah dan mengelupas, sementara area telapak atau sisi samping kaki menjadi sangat kering.  

  • Kelainan pada kuku kaki 

Kuku kaki akan mengalami perubahan warna yang mencolok, menjadi lebih tebal dari biasanya, dan mudah rapuh ketika disentuh. Dalam kasus yang parah, kuku kaki dapat terluka bahkan terlihat keluar dari tempatnya semula.  

Seperti yang disebutkan sebelumnya, walaupun dinamakan kutu air, penyebab utama penyakit ini sebenarnya adalah infeksi jamur dermatofita, khususnya Trichophyton rubrum, Trichophyton mentagrophytes, dan Epidermophyton floccosum. Jamur-jamur ini berkembang biak dengan sangat baik di lingkungan yang lembab, hangat, dan gelap seperti kondisi di dalam sepatu tertutup.

Kondisi ini juga dapat menular, dimana penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan penderita atau melalui benda-benda yang terkontaminasi seperti handuk, sepatu, atau lantai kamar mandi. Selain itu, lingkungan seperti kolam renang, kamar ganti, dan shower umum menjadi tempat yang sangat mudah untuk tertular karena kondisinya yang lembab dan sering digunakan banyak orang.

Ada beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kutu air. Seperti orang yang memiliki kaki yang sering berkeringat atau menggunakan sepatu tertutup dalam waktu lama memiliki risiko lebih tinggi. Sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pada penderita diabetes atau penyakit autoimun, juga dapat meningkatkan kerentanan terhadap infeksi jamur.

Selain itu, kebiasaan berjalan tanpa alas kaki di tempat umum yang lembab, berbagi handuk atau sepatu dengan orang lain, serta tidak menjaga kebersihan kaki dengan baik juga menjadi faktor risiko yang signifikan.

Pencegahan Kutu Air

Pencegahan kutu air sebenarnya dapat dilakukan dengan langkah-langkah sederhana namun konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Melanisir dari Mayo Clinic, ada beberapa strategi efektif yang dapat diterapkan untuk menghindari infeksi jamur pada kaki. Langkah-langkah pencegahan ini tidak memerlukan biaya mahal namun membutuhkan kedisiplinan dalam penerapannya.  

1. Biarkan kaki mendapat udara segar 

Gunakan sandal terbuka ketika memungkinkan untuk membiarkan kaki mendapat sirkulasi udara yang baik. Hindari penggunaan sepatu tertutup terlalu lama, terutama saat cuaca panas dan lembab. Berikan waktu istirahat untuk kaki dari sepatu tertutup setidaknya beberapa jam dalam sehari.  

2. Jaga kebersihan kaki secara rutin 

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore