
Ilustrasi pemeriksaan gula darah bagi penderita diabetes. (Istimewa)
JawaPos.com–Bulan Ramadhan kerap dimaknai sebagai waktu refleksi spiritual. Namun di sisi lain, periode puasa juga dapat menjadi momentum untuk memperbaiki pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat, termasuk dalam upaya mencegah penyakit metabolik seperti diabetes.
Data International Diabetes Federation dalam laporan IDF Diabetes Atlas 2025 menunjukkan sekitar 11,1 persen populasi dewasa berusia 20–79 tahun di dunia hidup dengan diabetes. Artinya, satu dari sembilan orang dewasa mengalami kondisi tersebut.
Yang menjadi perhatian, lebih dari empat dari sepuluh penderita tidak menyadari bahwa mereka mengidap penyakit tersebut. Sebagian besar kasus merupakan Diabetes Melitus Tipe 2, yakni penyakit kronis yang terjadi ketika tubuh tidak mampu menggunakan insulin secara efektif atau produksi insulin tidak mencukupi.
Kondisi ini menyebabkan kadar gula darah meningkat dalam jangka panjang. Laporan yang sama memperkirakan sekitar 19,5 juta orang dewasa hidup dengan diabetes tipe 2.
Penyakit ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pola makan tinggi gula, kurang aktivitas fisik, hingga faktor genetik dan lingkungan.
Perubahan pola makan selama Ramadhan dapat memberi dampak pada metabolisme tubuh jika dijalani secara seimbang. Waktu makan yang lebih teratur serta pengendalian asupan makanan bisa membantu tubuh mengelola energi dengan lebih baik.
Namun para ahli kesehatan mengingatkan bahwa manfaat tersebut hanya bisa dirasakan jika pola makan tetap dijaga, seperti menghindari konsumsi gula berlebih saat berbuka atau sahur.
Beberapa langkah sederhana yang dapat membantu menurunkan risiko diabetes tipe 2 antara lain, mengonsumsi makanan tinggi serat seperti sayur, buah, dan biji-bijian dan membatasi makanan dan minuman tinggi gula.
Tetap aktif bergerak atau berolahraga ringan, menjaga berat badan ideal dan mengelola stres dan menjaga kualitas tidur juga penting untuk dilakukan. Sembari tetap, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting untuk mendeteksi kadar gula darah sejak dini, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga atau obesitas.
Baca Juga: 5 Menu Buka Puasa yang Sehat dan Aman untuk Penderita GERD supaya Ramadhan Berjalan Lancar
Selain perubahan gaya hidup, pengelolaan diabetes juga membutuhkan penanganan medis yang tepat dan sesuai kondisi masing-masing pasien.
Presiden Direktur PT Anugerah Pharmindo Lestari Christophe Piganiol mengatakan, peningkatan akses terhadap layanan kesehatan menjadi salah satu aspek penting dalam penanganan penyakit kronis seperti diabetes.
”Sebagai perusahaan layanan kesehatan, kami berkomitmen menghadirkan berbagai inovasi serta meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Piganiol dalam keterangannya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
