
Rekam medis digital mulai diterapkan di faskes untuk memudahkan dan mempercepat layanan kesehatan. (Ilustrasi)
JawaPos.com - Banyaknya jumlah rumah sakit di Indonesia yang mendapat sanksi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dinilai mesti menjadi refleksi untuk perubahan kebijakan terkait data Rekam Medis Elektronik (RME). Diketahui sebanyak 1.306 rumah sakit disanksi Kemenkes karena tak memperbaiki data RME.
Direktur Pascasarjana Universitas YARSI Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, Sp.P(K), MARS, mengatakan bahwa jumlah itu terlalu besar untuk dikaitkan hanya karena masalah rumah sakit yang tak patuh dalam memperbaiki data RME
"Jadi, 1.306 dari 3.282 atau sekitar 40% RS--tinggi sekali persentasenya, hampir separuh--kita tidak perbaiki data RME dan akan disanksi, maka baiknya dicari tahu apa masalahnya," ujarnya dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (5/4).
"Kalau hanya 10%-an maka memang mungkin RS-nya yang salah, tapi kalau hampir separuh maka bukan tidak mungkin ada kesalahan lain di luar RS, apakah sistemnya, atau mekanismenya, atau manfaatnya, atau sosialisasinya, dan lain-lain," sambung Prof. Tjandra.
Oleh karena itu, ia menyebut bahwa tindakan pemberian sanksi terhadap rumah sakit seharusnya dilakukan setelah menemukan penyebab hampir separuh RS tidak memperbaiki data RME.
"Jadi, cari penyebabnya dulu dan baru lakukan tindakan. Ingat sekali lagi karena yang tidak comply ada hampir separuh, sangat banyak sekali. Agak heran juga kalau sampai sebanyak itu kalau tanpa ada alasan yang jelas," tegasnya.
Walau bagaimanapun, Prof. Tjandra menilai bahwa pemberian saksi terhadap 40 persen rumah sakit di Indonesia akan berpengaruh terhadap pelayanan kesehatan terhadap masyarat secara langsung maupun tidak.
"Memang dapat disebut bahwa sanksinya kan tidak langsung ke pasien, tapi bagaimanapun kalau suatu organisasi (apapun) sedang dalam status dapat sanksi, maka sedikit banyak tentu akan berdampak pada kelancaran jalannya organisasi," ucapnya.
Oleh karena itu, ia meminta agar masalah RME yang banyak dilanggar rumah sakit itu kini dibahas secara bersama agar penyelesaiannya baik untuk semua pihak.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
