
Ketua IPMG Evie Yulin. (Istimewa)
JawaPos.com–Ketersediaan berbagai obat modern di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Saat ini, mayoritas obat inovatif yang ada di pasar global belum bisa diakses secara luas oleh masyarakat di Tanah Air.
International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) mengungkapkan bahwa kesenjangan akses ini menjadi hambatan serius dalam memperkuat sistem kesehatan nasional. Kesenjangan akses obat-obatan inovatif menjadi prioritas yang harus segera dibenahi. Pasalnya, angka ketersediaan obat modern di Indonesia saat ini masih tergolong sangat minim dibandingkan negara lain.
”Saat ini, hanya sekitar 9 persen obat inovatif yang tersedia di Indonesia dan hanya sekitar 2 persen yang dapat diakses melalui pembiayaan publik. Menjembatani kesenjangan ini tetap menjadi prioritas utama IPMG,” ujar Ketua IPMG Evie Yulin, Selasa (7/4).
Melalui kolaborasi yang kuat, IPMG berkomitmen memastikan lebih banyak pasien dapat menerima manfaat obat inovatif guna mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Untuk mengatasi masalah tersebut, IPMG mendorong terciptanya lingkungan kebijakan yang dapat diprediksi dan transparan.
”Fokus utamanya adalah menyelaraskan jalur registrasi, mekanisme harga, serta pembiayaan agar pasien lebih mudah mendapatkan pengobatan berkualitas,” papar Evie Yulin.
Direktur Eksekutif IPMG Ani Rahardjo menekankan pentingnya dialog kebijakan untuk membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh.
”IPMG akan terus berperan secara konstruktif dalam mendukung dialog kebijakan serta memperkuat implementasi yang selaras dengan prioritas kesehatan nasional. Kami tetap terbuka untuk berkolaborasi guna membangun sistem kesehatan yang lebih tangguh dan meningkatkan daya saing Indonesia,” tambah Ani.
Selain akses, IPMG juga menjunjung tinggi standar etika melalui Code of Practice global. Upaya pencegahan korupsi dan interaksi yang bertanggung jawab menjadi kunci untuk melindungi kepentingan masyarakat luas.
Guna menjalankan misi strategis tersebut, IPMG resmi mengumumkan susunan Dewan Pengurus untuk periode 2026–2028. Asosiasi yang mewakili 25 perusahaan farmasi multinasional ini kembali memberikan mandat kepemimpinan kepada figur berpengalaman.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Swiss vs Slovenia di Liga Nations UEFA: La Nati Menang Besar di Thermoplan Arena
Prediksi Skor Islandia vs Bulgaria di Liga Nations UEFA: Strákarnir okkar Tundukkan Tim Tamu
Injury Time Timnas Indonesia vs Bangladesh Jadi 7 Menit, John Herdman Beri Penjelasan
Prediksi Skor Belarus vs San Marino di Liga Nations UEFA: Belyya Kryly Pesta Gol
Prediksi Skor Polandia vs Rumania di Liga Nations UEFA: Biało-czerwoni Berburu Kemenangan
Prediksi Skor Vietnam vs Pakistan di FIFA ASEAN Cup: Golden Star Warriors Lumat Habis Shaheens
Prediksi Skor Kroasia vs Inggris di Liga Nations UEFA: The Three Lions Redam Tuan Rumah
Prediksi Finlandia vs Albania di UEFA Nations League: Duel Ketat Dua Tim Belum Kebobolan
Prediksi Susunan Pemain Spanyol vs Ceko: De la Fuente dan Denia seperti Bermain Catur
Alyssa Daguise Sedih Wajah Baby Soso Terekspos ke Publik

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022