Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Juni 2026 | 19.52 WIB

Mengenal Bercak Putih Karena Vitiligo, Penyakit Kulit Autoimun yang Ternyata Bisa Dihentikan Penyebarannya

Ilustrasi seseorang dengan penyakit vitiligo. (Everyday health) - Image

Ilustrasi seseorang dengan penyakit vitiligo. (Everyday health)

JawaPos.com – Vitiligo merupakan penyakit kulit autoimun yang ditandai dengan munculnya bercak putih pada kulit akibat hilangnya pigmen. Penyakit yang awam disebut penyakit belang ini tidak menimbulkan rasa nyeri atau gatal. Namun, kondisi ini kerap memengaruhi penampilan dan kepercayaan diri penderitanya.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Alergi-Imunologi Klinik, Dr. dr. Sukamto Koesno, Sp.PD-KAI, FINASIM, menjelaskan bahwa vitiligo terjadi ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel melanosit, yaitu sel yang bertugas menghasilkan pigmen melanin pada kulit.

"Vitiligo adalah penyakit kulit kronis yang bersifat autoimun, artinya sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi, justru “salah sasaran” dan menyerang sel melanosit, yaitu sel penghasil pigmen (melanin) yang memberi warna pada kulit. Ketika melanosit rusak, muncullah bercak-bercak putih pada kulit yang batasnya cukup tegas," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (20/6).

Gejala Vitiligo yang Mudah Dikenali

dr. Sukamto menuturkan, gejala vitiligo umumnya berupa bercak putih susu yang muncul secara simetris, terutama di area tangan, wajah, sekitar mata, mulut, hingga lipatan tubuh. Pada beberapa kasus, rambut atau alis di area tersebut juga dapat berubah menjadi putih.

"Vitiligo umumnya tidak gatal dan tidak nyeri, keluhannya lebih ke tampilan kulit, bukan rasa sakit," katanya.

Penyebab Vitiligo Tidak Hanya Faktor Keturunan

Adapun penyebab vitiligo bersifat multifaktorial. Mulai dari faktor genetik, gangguan autoimun, serta pemicu lingkungan penderitanya.

"Seperti stres oksidatif, luka/gesekan pada kulit, atau terbakar matahari. Vitiligo juga kadang berkaitan dengan penyakit autoimun lain, misalnya gangguan tiroid," jelas dr. Sukamto.

Terkait pencegahan vitiligo, dr. Sukamto menegaskan bahwa hingga saat ini penyakit tidak dapat dicegah sepenuhnya karena berkaitan dengan faktor genetik dan autoimun. Namun, beberapa langkah dapat dilakukan untuk mengurangi risiko pemicu.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore