
Ketua Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI), Parmono Dwi Putro. (istimewa)
JawaPos.com - Indonesia masih menghadapi kekurangan sekitar 26.000 tenaga fisioterapis untuk memenuhi kebutuhan layanan kesehatan nasional.
Jumlah tersebut menjadi tantangan besar di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan pemulihan gerak, rehabilitasi cedera, hingga penanganan berbagai gangguan fungsi tubuh akibat perubahan gaya hidup.
Fisioterapi kini menjadi salah satu bidang kesehatan yang semakin dibutuhkan karena perannya tidak hanya membantu proses penyembuhan pasien, tapi juga menjaga kualitas hidup melalui pencegahan gangguan gerak sejak dini.
Ketua Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI).Parmono Dwi Putro mengatakan, kebutuhan tenaga fisioterapis menjadi perhatian serius karena layanan kesehatan modern tidak lagi hanya berorientasi pada pengobatan semata, tapi juga mencakup pencegahan, pemulihan fungsi, dan peningkatan produktivitas masyarakat.
Menurutnya, keberadaan fisioterapis di fasilitas kesehatan tingkat pertama seperti Puskesmas sangat penting agar masyarakat bisa mendapatkan akses layanan pemulihan gerak sejak awal.
“Fisioterapis memiliki peran penting dalam menangani gangguan gerak mulai dari layanan kesehatan primer,” ujar Parmono.
Kebutuhan besar terhadap tenaga fisioterapis juga berkaitan dengan regulasi yang mewajibkan keberadaan tenaga fisioterapi di setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Dengan jumlah Puskesmas di Indonesia yang mencapai lebih dari 12 ribu unit, pemenuhan tenaga profesional tersebut membutuhkan strategi jangka panjang.
Persoalan ini menjadi salah satu pembahasan utama dalam Kongres Nasional (KONAS) IFI 2026 dan Temu Ilmiah Tahunan Fisioterapi Indonesia (TITAFI) XXXVIII yang digelar pada 11-13 Juni 2026 di Harris Hotel, Malang, Jawa Timur.
Event Director TITAFI XXXVIII dan KONAS IFI 2026 Yohanes Deo menjelaskan, angka kekurangan tenaga fisioterapis tersebut mengacu pada kebutuhan layanan berdasarkan regulasi kesehatan dan pembiayaan yang berkaitan dengan pelayanan fisioterapi.

Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Aljazair vs Austria di Piala Dunia 2026: Tiket 32 Besar Dipertaruhkan, Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Kroasia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Duel Penentu Tiket 32 Besar, Hasil Imbang Skenario Paling Masuk Akal
Prediksi Skor RD Kongo vs Uzbekistan di Piala Dunia 2026: Duel Sengit di Laga Terakhir Fase Grup
Prediksi Skor Senegal vs Irak di Piala Dunia 2026: Sadio Mane Jadi Kunci Kalahkan Singa Mesopotamia
Prediksi Afrika Selatan vs Kanada di 32 Besar Piala Dunia 2026: Bafana Bafana Ukir Sejarah!
Prediksi Skor Panama vs Inggris: Three Lions Sedang Tak Ideal, Harry Kane Ingin Kembali ke Jalur Gol
