Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Oktober 2026 | 23.01 WIB

Doomscrolling, Kebiasaan Scroll Konten Negatif yang Bisa Ganggu Kesehatan Mental

Ilustrasi seseorang terpapar konten negatif (Magnific) - Image

Ilustrasi seseorang terpapar konten negatif (Magnific)

JawaPos.com -  Media sosial membuat seseorang bisa mendapatkan informasi terbaru dengan mudah. Beragam informasi yang muncul membuat seseorang terus melihat berbagai konten untuk mengikuti perkembangan terbaru, termasuk konten negatif. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental.

Kebiasaan terus mengikuti informasi negatif tersebut dikenal sebagai doomscrolling. American Brain Foundation menjelaskan, rasa ingin untuk mengetahui berbagai peristiwa terkini sebenarnya bukan hal yang buruk. Mengikuti perkembangan peristiwa dapat membantu seseorang memahami keadaan di sekitarnya. 

Namun, ketika informasi terus dicari, kebiasaan tersebut bisa membuat seseorang sulit berhenti. Alih-alih merasa lebih tenang setelah mendapatkan informasi, seseorang justru kembali mencari berita terbaru lainnya. 

Paparan berulang terhadap informasi negatif ini dapat mempengaruhi kondisi mental dan fisik. Melansir dari Hellosehat, Kamis (8/10), berikut beberapa dampak doomscrolling yang perlu diperhatikan. 

  1. Meningkatkan Stres

Terlalu lama melihat berbagai informasi negatif dapat membuat pikiran terus terbebani. Kondisi ini dapat memicu peningkatan hormon kortisol yang berkaitan dengan stres.

Stres yang tinggi juga dapat membuat tubuh berada dalam kondisi hyperarousal. Kondisi ini ditandai dengan rasa waspada dan siaga yang berlebihan, bahkan ketika seseorang tidak sedang menghadapi ancaman.

2. Mempengaruhi Kondisi Mental 

Bagi seseorang yang sudah mengalami gangguan mental, kebiasaan doomscrolling dapat membuat gejala yang dirasakan semakin berat. Kondisi ini juga berpotensi menghambat proses pemulihan yang sedang dijalani. Selain itu, doomscrolling juga dapat memicu kondisi seperti depresi, gangguan kecemasan, OCD, dan PTSD.

3. Mengganggu Waktu Istirahat

Kebiasaan melihat media sosial menjelang tidur dapat membuat seseorang terus menggunakan ponsel dan menunda waktu istirahat. Akibatnya, waktu tidur menjadi lebih sedikit dan seseorang bisa lebih sulit terlelap. Kurangnya waktu tidur dapat mempengaruhi suasana hati dan membuat aktivitas pada hari berikutnya ikut terganggu.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore