Ilustrasi sosok anonim Satoshi Nakamoto yang menciptakan Bitcoin. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Koreksi tajam yang kembali menghantam pasar kripto membuat dampaknya terasa hingga ke salah satu figur paling misterius dalam sejarah finansial modern: Satoshi Nakamoto. Bitcoin yang kini diperdagangkan di kisaran USD 87.435 (Rp 1,46 miliar dengan kurs Rp 16.700) telah menggerus puluhan miliar dolar dari estimasi kekayaan sang pencipta Bitcoin.
Nilai fantastis yang sebelumnya menempatkannya di jajaran 15 besar orang terkaya dunia kini merosot beberapa tingkat akibat anjloknya harga pasar. Dikutip dari BeInCrypto, Senin (24/11), penurunan lebih dari 30% dari all-time high Bitcoin pada Oktober telah menyusutkan nilai kepemilikan Satoshi (diperkirakan 1,1 juta BTC) dari USD 138,92 miliar menjadi sekitar USD 96,129 miliar.
Dengan kata lain, kekayaan Satoshi terkuras hampir USD 42,79 miliar (Rp 714,6 triliun) hanya dalam hitungan minggu. Penurunan ini membuat posisinya secara hipotetis bergeser dari peringkat 11 ke kisaran posisi 20 daftar kekayaan global, sejajar dengan nama-nama besar seperti Bill Gates.
Estimasi kepemilikan Satoshi didasarkan pada “Patoshi Pattern,” rangkaian alamat awal Bitcoin yang diidentifikasi melalui riset Sergio Lerner. Lebih dari 22.000 address awal yang diduga milik entitas tunggal ini telah diam selama lebih dari 15 tahun, memicu spekulasi tanpa akhir: apakah Satoshi masih hidup, hilang akses, atau sengaja memilih tak menyentuh satu pun koinnya.
Arkham Intelligence yang memetakan kepemilikan ini menegaskan bahwa meski nilainya berubah mengikuti pasar, transparansi blockchain membuat kekayaan Satoshi menjadi salah satu aset paling kasat mata di dunia, meski tak pernah tersentuh.
Forbes pun memberi klarifikasi mengapa mereka tidak memasukkan Satoshi ke daftar miliarder. “Kami belum bisa memverifikasi apakah ia seorang individu, masih hidup, atau sebuah kelompok,” tulis pihak Forbes, dikutip oleh BeInCrypto.
Isu lain yang turut mencuat adalah ancaman quantum computing. Beberapa peneliti memperkirakan teknologi ini suatu saat dapat menembus lapisan kriptografi era awal Bitcoin, termasuk address Satoshi. Jika “Q-Day” benar terjadi, tekanan untuk memindahkan atau membekukan koin-koin tersebut bisa menjadi salah satu momen paling kontroversial dalam sejarah jaringan kripto.
Perdebatan soal identitas Satoshi dan masa depan koin-koin tersebut kembali menjadi topik global, apalagi menjelang rilis film Killing Satoshi pada 2026 yang mengupas misteri geopolitik di balik kekayaan tak tersentuh itu.
Meski kekayaan Satoshi mengalami penurunan drastis, beberapa analis menilai skenario bullish tetap terbuka. Jika Bitcoin kembali melesat ke rentang USD 320.000–USD 370.000, estimasi menunjukkan Satoshi berpotensi menjadi individu terkaya di dunia, melampaui semua nama pada daftar resmi.
Untuk sekarang, 1,1 juta BTC itu tetap membeku sejak era kelahiran Bitcoin, menjadi simbol misteri terbesar industri kripto sekaligus harta paling sunyi yang terus diawasi dunia.
Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi seputar perkembangan pasar kripto. Bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi. Aset digital memiliki risiko tinggi, pastikan Anda memahami risikonya sebelum berinvestasi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Celtic vs Ferencvaros di Liga Europa: Kans The Hoops Permalukan Lawan di Celtic Park
Prediksi Skor FC Seoul vs Persib di ACL Two: Maung Bandung Hadapi Ujian Berat di Korea
Prediksi Skor Olympiacos vs Jagiellonia Bialystok di Liga Europa: Thrylos Amankan 3 Poin Kandang
Prediksi Skor Malaga vs Villarreal di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Siap Bombardir Tuan Rumah
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao: Duel Tim Papan Tengah LaLiga Berpotensi Berlangsung Ketat
Prediksi Skor Levante vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Los Leones Bidik Poin di Laga Tandang
Prediksi Skor Real Betis vs Getafe di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Siap Sikat Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Lillestrom vs Torreense di Liga Europa: Kans Kanarifuglene Menang di Arasen Stadion
Prediksi Skor Besiktas vs Marseille di Liga Europa: Kara Kartallar Cabik-cabik Tim Tamu di Tupras
Prediksi Skor Levski Sofia vs Red Bull Salzburg di Liga Europa: Misi Die Roten Bullen Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022