Logo JawaPos
Author avatar - Image
18 Desember 2025, 13.30 WIB

Pesona Kuliner Kota Lama Semarang: Petualangan Rasa, Cerita Legendaris, dan Jejak Sejarah yang Hidup di Setiap Suapan

Pesona Kuliner Kota Lama Semarang: Petualangan Rasa, Cerita Legendaris, dan Jejak Sejarah yang Hidup di Setiap Suapan (YouTube Rumah Canda Melki) - Image

Pesona Kuliner Kota Lama Semarang: Petualangan Rasa, Cerita Legendaris, dan Jejak Sejarah yang Hidup di Setiap Suapan (YouTube Rumah Canda Melki)

JawaPos.com - Di balik bangunan kolonial yang telah berdiri selama ratusan tahun, Kota Lama Semarang menyimpan denyut kehidupan yang tak pernah padam.

Setiap sudutnya bercerita, setiap aroma yang menyeruak mengajak siapa saja untuk tenggelam dalam suasana vintage yang begitu khas.

 Dan ketika pagi datang dengan pemandangan Gereja Blenduk yang megah, perjalanan rasa pun dimulai.

Melalui petualangan kuliner yang dibagikan dalam kanal YouTube Rumah Canda Melki, kita diajak menyusuri kelezatan demi kelezatan yang membuat Semarang begitu ikonik; mulai dari sate kambing legendaris hingga mangut kepala manyung pedas nikmat yang bikin keringetan bahagia.

Menurut kanal YouTube Rumah Canda Melki, inilah rangkaian kuliner yang menggambarkan betapa kayanya Semarang—bukan hanya dari sejarahnya, tetapi juga dari rasa yang hidup di tiap sudut kotanya.

1. Sate & Gulai Kambing 29, Legenda Hangat dari Depan Gereja Blenduk

Di kawasan yang sarat sejarah ini, berdiri sebuah warung yang telah menemani pengunjung sejak era 60-an.

Sate dan gulai Kambing 29 bukan sekadar kuliner, tetapi potongan ingatan banyak orang.

Begitu masuk, perhatian langsung tertuju pada menu sumsumnya—menggiurkan, pekat, dan benar-benar menunjukkan kualitas kambing yang diolah dengan serius.

Dari sate buntel, gulai kambing, hingga sumsum hangat yang lembut ketika diseruput, semuanya menawarkan sensasi klasik yang membuat tempat ini layak disebut legenda.

Tak heran foto para tokoh publik bertebaran di dindingnya, menjadi saksi bisu akan nama besar yang dibangun selama berpuluh tahun.

2. Mangut Kepala Manyung Bu Fat, Perpaduan Pedas, Asap, dan Sejarah Kuliner

Inilah kuliner yang disebut-sebut sebagai ikon sejati Semarang. Mangut kepala manyung Bu Fat telah lama jadi buah bibir karena keunikannya.

 Ikan manyung—yang biasanya dijumpai sebagai jambal roti—justru ditangani dengan teknik khusus: diasap hingga harum, lalu dimasak dengan kuah mangut pedas berbumbu dalam.

Perpaduan santan ringan, rempah kuat, serta sensasi pedas yang muncul perlahan membuat pengunjung tak hanya berkeringat, tetapi juga ketagihan.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore