
MAKHLUK MITOLOGI: Pekerja memasang dekorasi Imlek berwujud naga di Bundaran HI, Jakarta, awal Februari lalu. Masyarakat Tionghoa memercayai naga sebagai simbol keberuntungan.
DI antara 12 lambang shio, hanya nagalah yang makhluk mitologi. Masyarakat Tionghoa memercayai naga sebagai perwujudan hewan setengah dewa. ”Yang lainnya itu hewan nyata. Seperti anjing, ayam, tikus,” ucap Hito Tan, ahli shio dan fengsui, pada awal bulan.
Sejarah simbol naga, imbuh dia, mengacu pada peradaban kuno yang terpusat di Sungai Kuning. Naga dipercaya sebagai makhluk yang menguasai sungai terpanjang kedua di Tiongkok tersebut. Konon, sungai itu membawa partikel padang pasir dari kawasan Timur Tengah dan membuat kawasan di sekitarnya sangat subur. ”Kelok-kelok sungai tersebut juga disamakan dengan liukan naga,” jabarnya.
Secara turun-temurun, masyarakat Tionghoa percaya bahwa mereka adalah keturunan naga. Sebab, peradaban mereka lahir dari kawasan Sungai Kuning. Pada era kekaisaran, naga menjadi simbol kemegahan. Hanya di jubah kaisar sajalah naga bisa digambarkan dengan utuh dan lengkap. ”Bahkan untuk pangeran, jubahnya hanya memuat bagian naga. Entah jari atau bagian tubuh lain,” lanjut pria Surabaya bernama asli Isahito Norhatan itu.
Seiring berjalannya waktu, naga makin identik dengan karakter kaisar atau pemimpin yang bijak. ”Naga kalau tidak merakyat seperti Sungai Kuning yang meluap. Justru membawa petaka,” katanya.
Hito memperingatkan bahwa ”bayi naga” 2024 berelemen kayu. ’’Unsur kayu maskulin di tahun naga ini. Ibarat pohon yang tumbuh di atas tanah musim semi,” tegasnya. Tanah musim semi adalah tanah yang subur dan gembur. Jika pohon yang tumbuh di sana tidak punya akar yang kuat, ia akan mudah tumbang. ”Akar atau value harus diperkuat agar tidak mudah tumbang di lingkungan yang ’gembur’,” terangnya.
Value seperti apa yang perlu diperkuat? ”Harus tetap rendah hati. Boleh ambisius, tapi jangan lupa daratan. Nasib itu ditentukan oleh profesionalitas seseorang,” pungkasnya. (dya/c6/hep)
ORANG-ORANG BESAR BERSHIO NAGA
Sumber: Diolah dari berbagai sumber

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
