
Ilustrasi berkendara (sumber: freepik)
JawaPos.com- Ketika melakukan mudik dengan jarak jauh, umumnya pengendara melakukan perjalanan tanpa istirahat yang cukup, hal ini dapat meningkatkan risiko gangguan tidur secara mendadak dan jangka pendek atau biasa disebut microsleep.
Mobil mungkin tiba-tiba berbelok, atau Anda mungkin mendengar suara ban bergemuruh karena mobil berjalan di tepi jalan. Hal tersebut bisa saja disebabkan karena Anda mengalami microsleep di tengah perjalanan. Lalu, apa yang menjelaskan siklus microsleep ini?
Apa Itu Microsleep?
Melansir dari verywellhealth.com, Microsleep adalah masa tidur yang singkat dan cepat berlalu, tidak terkendali, yang dapat berlangsung dari sepersekian detik hingga 10 detik penuh. Microsleep ini paling sering terjadi ketika orang yang mengantuk mencoba melawan tidur dan tetap terjaga. Hal ini dapat terjadi saat mengemudi dan meningkatkan risiko kecelakaan berkendara yang serius.
Ada dua tahap utama tidur yang dilalui seseorang. Dua tahap tidur ini adalah tidur gerakan mata cepat (REM) dan tidur gerakan mata tidak cepat (NREM). Nah, Microsleep ini tidak masuk ke dalam kedua kategori tidur tersebut, karena masa tidur yang singkat ini terjadi sekilas dan tak terkendali yang tidak berlangsung cukup lama.
Sebagai referensi, tidur REM ditandai dengan mimpi yang jelas, gerakan mata yang cepat, kelumpuhan sebagian besar otot tubuh, dan perubahan tekanan darah, detak jantung, dan laju pernapasan secara keseluruhan.
Juga selama tidur REM, aliran darah menjadi meningkat ke otak, serta penis dan klitoris yang menghasilkan pembengkakan (menyebabkan timbulnya morning wood).
Tidur non-rapid eye movement (NREM) biasanya ditandai dengan penurunan jumlah aliran darah ke otak dan otot rangka. Karakteristik lain dari tidur gerakan mata non-cepat termasuk penurunan denyut jantung, tekanan darah, dan volume total siklus udara masuk dan keluar dari paru-paru.
Pada kasus Microsleep, kedua penjelasan di atas tidak terjadi sepenuhnya karena masa tidur seseorang yang mengalami microsleep hanya sebentar.
Tanda Mengalami Microsleep
Penyebab Microsleep
Penyebab utama microsleep adalah mengantuk karena kurang tidur. Gangguan tidur yang menyebabkan kurang tidur atau rasa kantuk yang berlebih tampaknya paling mungkin terhubung dengan microsleep.
Mengutip dari sleepfoundation.org, pekerja dengan shift malam hampir tiga kali lebih mungkin untuk mengalami kecelakaan mobil, hal ini mungkin memiliki kaitan dengan microsleep. Mereka yang mengalami insomnia dan apnea tidur obstruktif juga lebih mungkin mengalami kecelakaan mobil.
Orang yang beristirahat dengan cukup juga bisa saja mengalami microsleep, misalnya saat melakukan sesuatu yang berulang atau berada pada situasi yang membosankan. Mengalami microsleep tidak selalu menunjukkan bahwa Anda kurang tidur atau memiliki gangguan tidur yang mendasarinya.
Kapan Microsleep Terjadi?
