Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 September 2024, 19.28 WIB

Parenting Ala Orang Tua dengan Emotional Intelligent Tinggi: Kenali 6 Pola Asuh dan Cara Mendidik Anak Mereka

Ilustrasi parenting orang tua dengan emotional intelligent tinggi (pixabay/melikeakyol) - Image

Ilustrasi parenting orang tua dengan emotional intelligent tinggi (pixabay/melikeakyol)

JawaPos.Com - Tidak jarang, orang tua merasa frustrasi ketika mereka tidak bisa membuat anak-anaknya memahami logika yang ada atau menerima alasan tertentu. Semua permasalahan dalam membesarkan anak tidak selalu dapat diselesaikan dengan logika dan rasionalitas saja. Banyak dari masalah tersebut yang memerlukan kesadaran dan empati.

Kesadaran emosional dan kemampuan mengelola emosi adalah inti dari pola pengasuhan yang cerdas secara emosional. Mengembangkan kemampuan emosional yang sehat bagi anak akan menjadi penentu seberapa sukses dan bahagia mereka sepanjang hidup. 

Penelitian longitudinal yang diterbitkan di American Journal of Public Health oleh Jones dkk. (2015) menunjukkan bahwa kemampuan sosial-emosional anak pada usia 5 tahun dapat memprediksi kesuksesan sepanjang hidup, seperti kemampuan meraih gelar sarjana dan mendapatkan pekerjaan penuh waktu pada usia 25 tahun.

Dilnsir dari laman Psychology Today, Sabtu (28/9), berikut enam hal yang dilakukan orang tua dengan kecerdasan emosional tinggi saat mendidik anak-anak mereka.

1.  Merawat Diri Mereka Sendiri

Peran sebagai orang tua adalah salah satu peran paling sulit di dunia. Orang tua yang cerdas secara emosional memahami pentingnya merawat diri mereka sendiri. Mereka sadar bahwa menjaga kesejahteraan diri akan membuat mereka lebih sabar, bahagia, dan penuh energi dalam menghadapi anak-anak mereka. 

Dengan menjaga kesehatan fisik dan mental mereka, orang tua mampu menghadapi tantangan pengasuhan dengan lebih baik. Ketika mereka merasa lelah atau kewalahan, mereka tidak ragu untuk mengambil waktu istirahat dan memprioritaskan kebutuhan diri sendiri.

2. Mereka Fokus pada Koneksi

Membangun hubungan yang erat dengan anak adalah prioritas utama bagi orang tua beremosi cerdas. Mereka memahami bahwa hidup modern yang penuh tekanan dan gangguan dapat menghalangi kesempatan untuk benar-benar terhubung dengan anak-anak. Oleh karena itu, mereka menciptakan momen-momen kecil untuk berinteraksi dan terhubung dengan anak-anak, baik melalui rutinitas harian, kegiatan bersama, atau bahkan sekadar memberikan perhatian penuh pada anak ketika berbicara dengan mereka.

Orang tua ini memastikan bahwa mereka hadir sepenuhnya dalam setiap momen bersama anak, sehingga menciptakan kenangan dan pengalaman yang berarti bagi anak-anak mereka.

3. Mereka Melakukan Pelatihan Emosi

Pelatihan emosi adalah keterampilan di mana orang tua mengajarkan anak-anaknya untuk mengenali, mengidentifikasi, dan mengelola emosi mereka. Orang tua yang beremosi cerdas tidak mengabaikan atau mengkritik perasaan anak-anak mereka. Sebaliknya, mereka memandang emosi yang sulit sebagai kesempatan untuk berempati, terhubung, dan mengajari anak tentang cara mengelola perasaan tersebut.

Orang tua ini membantu anak-anaknya menyadari perasaan mereka, memberi nama emosi yang dirasakan, dan memberi dukungan untuk menemukan cara menghadapi situasi yang emosional. Mereka percaya bahwa semua perasaan itu valid, namun juga mengajarkan bahwa tidak semua perilaku yang dihasilkan oleh emosi tersebut dapat diterima.

4. Mereka Memberikan Disiplin sebagai Pembelajaran, Bukan Hukuman

Disiplin adalah tentang mengajari anak apa yang diharapkan dari mereka, bukan sekadar menghukum saat mereka melakukan kesalahan. Orang tua beremosi cerdas menetapkan batasan dengan tegas, namun tetap penuh hormat. Mereka memastikan bahwa konsistensi dan dukungan lebih penting daripada memberikan hukuman. Dalam jangka panjang, pendekatan ini akan membantu anak belajar mengelola perilaku mereka sendiri, daripada hanya takut pada konsekuensi negatif.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore