
Jika Anda ingin menjaga hubungan yang sehat dengan anak-anak Anda saat mereka beranjak dewasa, ucapkan selamat tinggal pada 5 perilaku ini (freepik)
JawaPos.com - Menjalin hubungan orang tua-anak saat anak tumbuh dewasa bisa menjadi usaha yang sulit. Dan kuncinya adalah adaptasi.
Perilaku tertentu yang mungkin berhasil saat mereka masih muda mungkin tidak lagi efektif atau tepat saat mereka tumbuh dewasa.
Dengan mengucapkan selamat tinggal pada perilaku ini, Anda memberi anak Anda ruang untuk menjadi dewasa sambil menjaga hubungan sehat dengan mereka.
Dalam artikel yang dikutip dari geediting.com, Senin (7/10) ini, kita akan mencari tahu 5 perilaku yang harus Anda hilangkan jika ingin menjaga ikatan kuat dengan anak-anak Anda saat mereka beranjak dewasa.
1. Menjadi orang tua 'helikopter'
'Helikopter parenting' merupakan gaya pengasuhan yang terlalu terlibat dalam kehidupan anak, mengawasi setiap gerak-geriknya.
Meskipun Anda mungkin tampak seperti hanya peduli pada anak Anda, perilaku seperti ini sebenarnya dapat menghambat perkembangan mereka. Perilaku ini dapat mencegah mereka mempelajari keterampilan hidup yang penting dan menjadi mandiri.
Pikirkanlah. Jika Anda terus-menerus mengawasi, Anda secara tidak sengaja mengirimkan pesan bahwa Anda tidak memercayai penilaian atau kemampuan mereka.
Dan efeknya, seperti yang Anda bayangkan, tidaklah baik. Orang-orang di Newport Academy mengatakan hal itu dapat mengakibatkan regulasi emosi yang lebih buruk, dan peneliti lain telah mencatat bahwa hal itu dapat menghambat pengembangan karier mereka.
Jika Anda merasa bersalah karena menjadi orang tua yang terlalu protektif, sekarang saatnya untuk mundur. Biarkan anak-anak Anda membuat keputusan sendiri dan belajar dari kesalahan mereka. Itu adalah bagian penting dari tumbuh kembang mereka.
Ini bukan tentang ketidakhadiran atau kelalaian, tetapi tentang memberi mereka kebebasan yang cukup untuk tumbuh dan belajar. Dan percayalah, hubungan Anda dengan mereka akan berterima kasih karenanya.
2. Mengabaikan perasaan mereka
Sebagai orang tua, mudah untuk mengabaikan perasaan anak Anda, terutama saat mereka sudah lebih besar, dan masalah mereka tampak sepele dibandingkan dengan masalah “dunia nyata”.
Pahamilah bahwa untuk menjaga hubungan yang sehat dengan anak-anak yang sedang tumbuh, kita harus menghargai perasaan mereka, tidak peduli seberapa remehnya perasaan itu bagi kita.
