
Ilustrasi perilaku seseorang yang diam-diam bisa mengurangi martabat dirinya sendiri. (freepik/ yanalya)
JawaPos.com - Setiap orang tentu ingin memiliki martabat yang tinggi dan dihargai, baik oleh diri sendiri maupun oleh orang lain.
Namun, banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa beberapa perilaku sehari-hari yang tampaknya sepele bisa dengan diam-diam merusak martabat tersebut.
Terkadang, kita terlalu fokus pada kebiasaan yang tampaknya biasa saja, padahal hal itu bisa mempengaruhi rasa percaya diri dan menghancurkan harga diri kita dalam jangka panjang.
Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa perilaku kecil yang bisa berdampak besar pada martabat diri Anda, menurut pandangan psikologi.
Dengan memahami dan menghindari kebiasaan ini, Anda bisa memperbaiki citra diri dan menjaga martabat yang Anda miliki.
Dilansir dari laman Personal Branding Blog pada Senin (13/1), berikut merupakan 7 perilaku sepele yang diam-diam bisa mengurangi martabat diri Anda, menurut psikologi.
1. Terus-menerus mencari persetujuan
Semua orang tentu ingin disukai dan diterima oleh orang lain, tetapi ketika kita terus-menerus mencari persetujuan atau validasi dari orang lain untuk setiap keputusan atau tindakan yang kita ambil, hal itu bisa menjadi kebiasaan yang merusak martabat kita.
Misalnya, kita bisa terjebak dalam kebiasaan mengubah pendapat atau perilaku kita agar sesuai dengan keinginan orang lain.
Meskipun ini bisa membuat kita lebih diterima dalam kelompok, namun jika kita terus melakukannya, kita mulai kehilangan jati diri kita.
Ini bisa membuat kita merasa bahwa nilai kita bergantung pada apa yang orang lain pikirkan tentang kita. Pada akhirnya, ini bisa merusak harga diri kita dan membuat kita terjebak dalam ketergantungan pada pendapat orang lain.
2. Terlalu sering meminta maaf
Meskipun meminta maaf adalah tanda empati dan keinginan untuk memperbaiki kesalahan, tetapi jika kita terlalu sering meminta maaf, kita bisa terlihat kurang percaya diri dan sering kali merasa bahwa kita selalu berada di pihak yang salah.
Misalnya, kita bisa meminta maaf bahkan untuk hal-hal kecil yang tidak memerlukan permintaan maaf, atau bahkan dalam situasi di mana kita tidak bersalah.
Ini bisa mengurangi rasa hormat terhadap diri kita sendiri dan membuat orang lain memandang kita sebagai seseorang yang tidak tegas atau mudah disalahkan.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
