
Ilustrasi orang yang menghindari kontak mata di tempat umum. (Freepik)
JawaPos.com - Pernahkah kamu memperhatikan bahwa ada orang yang menghindari kontak mata saat berada di tempat umum? Mereka seolah sengaja mengalihkan pandangan, dan mungkin memang demikian adanya.
Menghindari kontak mata bisa mengungkap banyak hal tentang seseorang. Bukan hanya karena rasa malu atau sifat introvert, tetapi sering kali ada alasan yang lebih dalam di baliknya.
Psikolog menemukan bahwa orang yang cenderung menghindari kontak mata memiliki beberapa kesamaan sifat. Memahami hal ini dapat memberi wawasan tentang perilaku mereka dan membantu kita berinteraksi lebih baik dengan mereka.
Dilansir dari Geediting pada Selasa (4/2), berikut delapan ciri yang sering ditemukan pada orang yang jarang melakukan kontak mata di tempat umum.
1. Lebih Sering Menjadi Pemikir Mendalam
Orang yang menghindari kontak mata di tempat umum biasanya lebih sering tenggelam dalam pikirannya sendiri. Mereka adalah pemikir yang dalam, selalu menganalisis lingkungan sekitar dan merefleksikan pengalaman hidup mereka.
Namun, hal ini bisa menjadi pedang bermata dua. Di satu sisi, mereka lebih sadar diri dan penuh pertimbangan. Di sisi lain, mereka bisa cenderung menarik diri dari interaksi sosial, terutama saat merasa kewalahan.
Ketika seseorang lebih fokus pada pikiran internalnya daripada rangsangan eksternal, menghindari kontak mata bisa menjadi hal yang wajar. Bukan berarti mereka tidak tertarik, mereka hanya sedang asyik dengan dunia mereka sendiri.
2. Rentan Mengalami Kecemasan Sosial
Saat berada di keramaian, sebagian orang merasa gugup dan cenderung menghindari kontak mata. Bukan karena tidak ingin terlibat, tetapi karena interaksi sosial yang ramai bisa membuat mereka merasa tertekan dan rentan terhadap penilaian orang lain.
Kecemasan sosial membuat kontak mata terasa menegangkan. Tatapan orang lain bisa memicu perasaan tidak nyaman, seolah mereka sedang dinilai atau diawasi. Ini sering terjadi pada mereka yang merasa kurang percaya diri dalam situasi sosial.
Seiring waktu, beberapa orang belajar mengatasi kecemasan ini. Namun, bagi mereka yang masih berjuang, menghindari kontak mata adalah cara untuk mengurangi tekanan dalam interaksi sosial.
3. Peka terhadap Rangsangan Lingkungan
Sebagian orang menghindari kontak mata karena mereka memiliki sensitivitas tinggi terhadap lingkungan sekitarnya. Mereka menangkap detail kecil yang mungkin luput dari perhatian orang lain.
Bagi mereka, melakukan kontak mata bisa terasa seperti kelebihan informasi yang harus diproses. Perubahan ekspresi wajah, intensitas tatapan, hingga suara di sekitar bisa membuat mereka merasa kewalahan.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
