Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 Juli 2025 | 02.35 WIB

Sering Merasa Mati Rasa Secara Emosional? Mungkin Kamu Pernah Mengalami 8 Hal Ini Saat Masih Kecil

Ilustrasi mati rasa. (Pexels.com) - Image

Ilustrasi mati rasa. (Pexels.com)

JawaPos.com - Merasa mati rasa secara emosional bukanlah hal aneh dan tidak selalu salahmu. Banyak orang mengalaminya, terkadang tanpa sadar. 

Emosi terasa datar, momen bahagia tidak begitu membahagiakan, dan kesedihan pun seperti kehilangan rasa. Jika ini terdengar familiar, mungkin ada sesuatu yang berakar jauh di masa kecil.

Ada pengalaman-pengalaman yang tertanam begitu dalam hingga membentuk cara seseorang merasa (atau tidak merasa) saat dewasa. Memahaminya bisa jadi langkah awal untuk membuka kembali pintu emosimu yang selama ini tertutup rapat.

Berikut delapan pengalaman masa kecil yang diam-diam bisa menjadi penyebab mati rasa emosional, seperti dilansir dari VegOut.

1. Pengabaian Emosional

Bentuk luka yang satu ini tidak selalu terlihat seperti kekerasan tapi dampaknya bisa sama beratnya.

Pengabaian emosional terjadi saat kebutuhan emosional anak terus-menerus diabaikan. Tidak dipeluk saat sedih, tidak didengarkan saat marah, atau tidak diajak bicara saat bingung. Anak pun tumbuh dengan rasa bahwa dirinya tidak penting, tidak layak diperhatikan.

Jika sering merasa mati rasa, bisa jadi ini adalah respons dari luka lama yang tidak pernah benar-benar disembuhkan.

2. Trauma yang Tidak Pernah Tuntas

Beberapa anak terlihat “kuat” setelah peristiwa traumatis. Tidak menangis, tidak rewel, terlihat biasa saja. Tapi di dalam, mereka mematikan bagian diri yang paling rapuh—emosi mereka sendiri.

Mekanisme bertahan ini sering terbawa hingga dewasa, menciptakan jarak dengan perasaan sendiri. Momen bahagia jadi terasa datar, momen sedih pun hampa. Trauma yang tidak dihadapi akan terus membekas, diam-diam mencuri kemampuan untuk merasa secara utuh.

3. Tumbuh di Lingkungan Penuh Tekanan

Lingkungan rumah yang tidak stabil, kondisi ekonomi sulit, atau tumbuh di sekitar kekerasan dan kecanduan bisa menjadi medan tempur yang tak terlihat.

Anak-anak yang hidup dalam tekanan kronis seringkali “mematikan” emosi untuk bertahan. Ini bukan lemah, ini bertahan hidup. Tapi jika terus dibawa hingga dewasa, perisai itu bisa berubah jadi tembok yang membuatmu tak lagi bisa terhubung dengan emosi sendiri.

4. Orang Tua yang Tidak Konsisten

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore