
Warga menimbun tanah Lapangan Desa yang sempat digali untuk pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih di Desa Sukobubuk, Kecamata Kabupaten Pati, Jawa Tengah. (Instagram Radar Kudus)
JawaPos.com - Sejumlah warga Desa Sukobubuk, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah dilaporkan menolak rencana pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Lapangan Desa setempat.
Dalam video yang dilihat di akun Instagram Radar Kudus (Jawa Pos Group) @JPradarkudus, sejumlah warga tampak melakukan aksi protes dengan menimbun kembali tanah Lapangan Desa yang sempat digali untuk pembangunan. Warga juga memasang poster dengan tulisan "Tolak Pembangunan KDKMP Ds Sukobubuk di Lapangan".
Kepala Desa Sukobubuk, Saman, menjelaskan, polemik bermula saat pemerintah desa melakukan pembersihan lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan KDMP. Aktivitas tersebut lantas memicu pertanyaan warga hingga berujung penolakan.
“Karena melihat aktivitas pembersihan itu masyarakat kan bahasanya tanya-tanya 'ini buat apa gitu' terus buat ini (KDMP) oh kami menolak kalau di sini gitu,” jelasnya saat dikonfirmasi JawaPos.com, Selasa (31/3).
Saman juga meluruskan bahwa lokasi tersebut belum pernah disurvei oleh pihak Agrinas. Inisiatif penataan lahan, menurutnya, berasal dari Pemerintah Desa.
“Belum pernah disurvei Agrinas, cuma ginilah kenapa kok Desa Sukobubuk itu sudah masuk portal (pembangunan KDMP)? Karena Sukobubuk dulu menjadi desa percontohan waktu zoom sama Presiden di Klaten (saat launching Koperasi Desa Merah Putih) itu loh Mas,” katanya.
Saman menegaskan bahwa penolakan warga bukan terhadap program Koperasi Merah Putih, melainkan terkait lokasi pembangunan yang dinilai mengganggu fungsi lahan publik. Di mana, lahan yang diketahui milik Perum Perhutani itu kerap dijadikan kegiatan warga seperti olahraga, sedekah bumi, maupun hiburan.
“Dan tidak ada satu pun yang menolak pembangunan gedung KDMP. Semuanya silakan dibangun tapi jangan di lokasi (Lapangan Desa) itu gitulah,” ujar Saman.
Di sisi lain, Saman mengungkapkan bahwa Koperasi Desa Merah Putih di Sukobubuk sebenarnya sudah berjalan, meski masih menggunakan kantor kecil dengan sistem sewa dan modal sukarela dari anggota.
Koperasi tersebut juga telah menjalankan sejumlah usaha, seperti penjualan LPG, pupuk bersubsidi, hingga sembako. Bahkan, dari sisi keuangan mulai menunjukkan hasil positif. "Kalau sekarang malah sudah punya saldo (KDMP-nya)," aku Saman.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
