Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 April 2026 | 04.52 WIB

Bukan Selingkuh! Ini 8 Kebohongan Kecil yang Diam-Diam Merusak Kepercayaan dalam Sebuah Hubungan

Ilustrasi kebohongan kecil dalam hubungan (freepik/azerbaijan_stockers)

JawaPos.com - Suatu malam, Isabella Chase yang merupakan penulis di The Vessel pernah mengatakan, “Aku baik-baik saja,” meskipun tubuhnya berkata sebaliknya.

Bahunya menegang, napasnya terasa pendek, dan ada beban emosi yang tidak terucap. Pasangannya menangkap perubahan itu, bukan dari kata-kata, tetapi dari kehadirannya.

Tidak ada pertengkaran besar. Tidak ada drama. Namun, sesuatu berubah. Percakapan terasa lebih dingin, kedekatan sedikit memudar, dan jarak emosional perlahan muncul.

Pengalaman itu menyadarkan Isabella bahwa hubungan jarang hancur karena satu kejadian besar. Justru, kehancuran sering dimulai dari momen-momen kecil, saat kejujuran ditunda, dilunakkan, atau disembunyikan.

Artikel ini mengajak Anda untuk melihat lebih dalam kebiasaan-kebiasaan kecil tersebut. Bukan untuk menyalahkan, melainkan untuk membangun kesadaran.

Karena dari kesadaran itulah, kepercayaan bisa dijaga atau justru hilang. Yuk simak apa saja kebohongan-kebohongan kecil tersebut seperti dilansir dari laman The Vessel.

1. “Saya Baik-Baik Saja”

Kalimat ini mungkin terdengar paling umum dalam hubungan. Banyak orang menggunakannya untuk menghindari konflik atau sekadar menunda percakapan yang berat.

Isabella pun pernah melakukannya, terutama saat merasa kewalahan atau tidak siap menjelaskan perasaannya.

Namun, masalahnya bukan pada kebutuhan akan ruang, melainkan pada penyangkalan terhadap emosi yang sedang terjadi.

Ketika kata-kata tidak selaras dengan bahasa tubuh, pasangan akan merasakan ketidaksesuaian. Lama-kelamaan, hal ini menimbulkan ketidakpastian, dan ketidakpastian adalah musuh utama kepercayaan.

Alternatif yang lebih sehat adalah mengakui kondisi dengan jujur, seperti: “Aku belum siap membicarakannya sekarang, tapi aku tidak benar-benar baik-baik saja.”

2. “Itu Tidak Mengganggu Saya”

Sering kali, kalimat ini muncul dari keinginan untuk menjaga hubungan tetap damai. Banyak orang menahan perasaan agar tidak terlihat berlebihan atau sensitif.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore