Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 Juni 2026 | 20.52 WIB

6 Etos Kerja Generasi Milenial yang Kerap Disalahpahami Gen Z, Menurut Ahli

Ilustrasi, generasi milenial dan Gen Z di tempat kerja. Magnific/ DC Studio.

JawaPos.com - Terjadi pergeseran nilai, prinsip, dan cara pandang antara generasi milenial dengan Gen Z, termasuk di tempat kerja.

Hal ini membuat etos kerja yang dimiliki generasi milenial sering kali disalahpahami oleh Gen Z.

Padahal, beberapa etos kerja menjadi bekal penting untuk menjaga produktivitas, konsistensi, dan kesuksesan jangka panjang dalam karier.

Dilansir JawaPos.com dari yourtango pada Jumat (5/6), berikut ini enam etos kerja generasi milenial yang kerap disalahpahami oleh Gen Z menurut ahli.

1. Fokus

Etos kerja pertama yang sering tak dipahami oleh Gen Z adalah tentang fokus.

Gen Z cenderung melebih-lebihkan fokus dalam bekerja yang membuat mereka semakin menutup diri.

Padahal, memaksa diri lebih produktif justru membuat seseorang menjadi kurang produktif.

Jadi, ketika menemui jalan buntu, tidak apa-apa menjauh dari tugas yang sedang dikerjakan dan kembali saat kondisi pikiran lebih baik.

Psikolog Dr. Sherrie Bourg Carter mengungkapkan, mulailah dari tempat yang bebas tekanan, seperti kelelahan, stres, serta kecemasan yang tidak ditangani.

Jika terus dikerjakan, maka hanya akan menghasilkan hasil yang dipaksakan.

2. Pola Pikir

Etos kerja selanjutnya yang disalahpahami Gen Z, yaitu terkait pola pikir.

Banyak diantara Gen Z yang terperangkap oleh cerita-cerita negatif tentang diri sendiri, seperti 'Saya selalu malas'.

Padahal, kata-kata tersebut hanya akan menyabotase diri sendiri dan menghambat mereka dari apa pun.

Menurut psikolog klinis Dr. Michael P. Leiter, sikap sinis terhadap diri sendiri berdampak kuat merusak perasaan yang pada akhirnya berpengaruh pada nilai pekerjaan seseorang yang seharusnya menjadi motivasi untuk melewati masa-masa sulit.

Jadi, lebih baik berorientasi pada tindakan dan biarkan tindakan membentuk identitas baru, bukan cerita lama tentang diri mereka.

3. Motivasi

Gen Z berpikir bahwa menyelesaikan pekerjaan itu butuh motivasi. Sementara mereka tidak melakukan apa-apa untuk menumbuhkan motivasi itu.

Padahal, motivasi memerlukan alasan untuk termotivasi dan hanya individu yang bersangkutan-lah yang bisa menciptakan alasan tersebut.

Lalu, menuliskan alasan akan memunculkan antusiasme yang membuat seseorang bangkit dari kursi malas.

4. Multitasking

Banyak dari Gen Z yang melakukan beberapa hal secara bersamaan saat daftar tugas begitu banyak.

Padahal, multitasking tidak pernah berhasil dan melakukan banyak hal sekaligus hanya akan mempersulit keadaan.

Sadarlah kalau seseorang hanya dapat melakukan satu hal dalam satu waktu tanpa gangguan dari lingkungan dan pikiran lain.

Bedakan antara 'mendesak' dan 'penting'.

 
Ini akan membantu seseorang fokus pada hal-hal penting tanpa terbawa oleh hal-hal yang tampaknya mendesak.

Setelah mengetahui apa yang menjadi prioritas utama, uraikan menjadi langkah-langkah sederhana.
 
Ini akan mempermudah seseorang menindaklanjutinya.

5. Menikmati Apa yang Dilakukan

Bukan sesuatu yang membuat seseorang senang. Tapi, dengan menikmati apa yang dilakukan, seseorang akan menjadi senang.
 
Ini sering disalahpahami oleh Gen Z.

Jadi, berhentilah melawan, rileks, dan lakukan segala sesuatunya secara perlahan.

6. Tuliskan Tujuan, Jangan Hanya Berbicara

Banyak Gen Z yang berbicara panjang lebar tentang tujuannya, tapi lupa menuliskannya.

Padahal, menuliskan tujuan dapat membuat seseorang bersemangat dan membuat visi mereka berkelanjutan serta hari-hari penuh warna.

Dengan menuliskan tujuan juga membuat seseorang tidak hanya memiliki kejelasan, tapi juga menginformasikan perilaku harian sebagai pemenang yang sedang dalam perjalanan..

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore