
Ilustrasi film Ghost in the Cell garapan Joko Anwar. (Istimewa)
JawaPos.com–Film Ghost in the Cell menjadi proyek perdana Joko Anwar yang melibatkan banyak ensemble cast. Total ada 18 aktor yang terlibat dan punya peran penting yang saling berkaitan menghidupkan cerita dalam film tersebut.
”Iya, betul. Dan semua ada fungsinya. Walaupun mereka cuma muncul sebentar, tapi kalau mereka nggak ada ceritanya berhenti,” kata Joko selaku sutradara saat konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan.
Aktor yang dipilih pun bukan kaleng-kaleng alias punya nama besar di industri hiburan. Ada Abimana Aryasatya, Morgan Oey, Endy Arfian, Lukman Sardi, Arswendy Bening Swara, Tora Sudiro, Aming Sugandhi, Kiki Narendra, dan lainnya.
Selain itu, dua aktor Malaysia Bront Palarae dan Ho Yuhang. Nama besar bukan jadi patokan Joko saat merekrut pemain.
Mereka yang terlibat dipastikan memiliki kedekatan dengan karakter yang ditampilkan dalam Ghost in the Cell. Sebab, dia telah berkomitmen untuk menghadirkan aktor pendatang baru dalam karyanya.
”Setidaknya 20 persen harus orang baru. Termasuk Magistus Miftah yang didapat dari audisi online dan berhasil menyisihkan 411 peserta lain,” ujar Joko.
Tora kembali dipercaya memerankan tokoh seorang narapidana. Sebelumnya, suami Mieke Amalia itu pernah mendapatkan karakter serupa di film Miracle in Cell No.7 versi Indonesia.
Lucunya, Tora menganggap keterlibatannya di film ini bukan sekedar kecocokan karakter. Melainkan karena faktor masa lalunya yang pernah mendekam di hotel prodeo sekitar 8 tahun lalu.
”Gue bilang ke istri ditawarin Joko main film penjara-penjara gitu. Terus kayak lho, kenapa film penjara, ya? Apa karena gue berpengalaman?” kelakar Tora.
Tak ingin menimbulkan spekulasi lebih jauh, dia langsung menyelesaikan ucapannya. Menyatakan bahwa pengalaman yang dimaksud adalah berakting untuk film Miracle in Cell No.7 versi Indonesia.
”Iya, itu. Bukan benerannya!” jelas Tora.
Ghost in the Cell mengisahkan tentang sekelompok narapidana yang mendapat teror oleh kekuatan gaib di dalam penjara. Film tersebut mengangkat beragam isu sosial-politik yang relevan dengan kondisi di Indonesia. Dan dijadwalkan tayang di bioskop pada 16 April.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
