
Ilustrasi obat-obatan. BPOM membenarkan telah mencabut izin edar obat Albothyl lantaran mengandung zat berbahaya.
JawaPos.com - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) menginstruksikan menarik izin edar obat Albothyl dari pasaran. Pihak produsen obat Albothyl, PT Pharos Indonesia pun siap patuhi aturan.
"Kami menghormati keputusan Badan POM yang membekukan izin edar Albothyl hingga ada persetujuan perbaikan indikasi. Kami juga mematuhi keputusan Badan POM untuk menarik produk ini dari pasar," jelas Director of Corporate Communications PT Pharos Indonesia, Ida Nurtika dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/2).
Ia pun mengungkapkan kalau sebagai perusahaan farmasi nasional yang selama 45 tahun berdiri, PT. Pharos telah berkontribusi pada pembuatan dan penyediaan obat-obat dan suplemen kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Pihaknya pun mengklaim sudah menerapkan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dalam seluruh rangkaian produksi, mulai dari pengujian bahan baku hingga produk jadi yang dihasilkan.
"Albothyl sendiri adalah produk yang sudah lebih dari 35 tahun beredar di Indonesia," sambungnya. Untuk itu, Ida menegaskan penarikan produk Albothyl akan dilakukan dalam waktu cepat dari seluruh wilayah Indonesia. Pihaknya pun akan terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Badan POM.
Perlu diketahui, merek Albothyl berada di bawah lisensi dari Jerman yang kemudian dibeli oleh perusahaan Takeda dari Jepang. Selain di Indonesia, Albothyl juga digunakan di sejumlah negara lain.
Sebelumnya, policresulen yang terkandung dalam Albothyl dinilai BPOM memiliki efek samping yang berbahaya dalam penggunaannya. Policresulen adalah cairan obat luar 36 persen yang telah disetujui. Kemudian, Policresulen dalam bentuk cairan obat luar konsentrat 36 persen tidak lagi direkomendasikan untuk digunakan pada sejumlah indikasi seperti bedah, dermatologi, otolaringologi, stomatologi dan odontology.
Salah satunya obat sariawan. Sebab, efek sampingnya bisa menimbulkan chemical burn pada mucosa oral.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
