Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 Juli 2019 | 01.01 WIB

Menyambangi Perpustakaan Makkah, Konon Tempat Lahirnya Nabi Muhammad

Sejumlah jamaah mengunjungi Perpustakaan Makkah Al Mukaromah. Konon di lokasi inilah Nabi Muhammad dilahirkan. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos) - Image

Sejumlah jamaah mengunjungi Perpustakaan Makkah Al Mukaromah. Konon di lokasi inilah Nabi Muhammad dilahirkan. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Semua tahu Nabi Muhammad lahir di Makkah. Namun, di mana titik persisnya lokasi kelahirannya, sampai sekarang masih simpang siur. Banyak yang meyakini bahwa Perpustakaan Makkah Al Mukaromah dahulunya adalah tempat lahirnya nabi terakhir itu.


Bangunan perpustakaan tersebut terlihat cukup mencolok. Warnanya coklat muda. Dipermanis dengan jendela cokelat tua. Perpustakaan yang hampir nempel dengan Masjidilharam ini bisa dijumpai kalau mengambil akses dari terminal Bab Ali. Atau yang sering disebut pintu Gaza.


Pintu masuk perpustakaan itu tertutup rapat. Ada keterangan perpustakaan itu dibangun pada 1370 Hijriyah atau 1951 Masehi. Pemerintah setempat meminta supaya jamaah haji tidak berziarah ke perpustakaan itu. Keterangan tersebut tertulis di bagian depan perpustakaan. Bagi yang penasaran bagaimana kondisi di dalam perpustakaan, sudah dipajang foto-foto interiornya.


Konsultan Ibadah Haji Daerah Kerja (Daker) Makkah Ahmad Kartono menuturkan, tempat lahir atau maulid Nabi Muhammad berada di sisi jalan sebelah masa'a atau tempat sa'i. "Betul menurut sejarah (perpustakaan Makkah, Red) tempat lahir Nabi Muhammad," katanya di kantor Daker Makkah (13/7).




Photo

PENUH BUKU: Bagian dalam lokasi yang diyakini tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW yang menjadi perpustaan.



Dia menjelaskan pada perkembangannya pemerintah Arab Saudi mendirikan sebuah perpustakaan atau maktabah di lokasi kelahiran nabi tersebut. Dia menuturkan selama musim haji perpustakaan itu ditutup. Jamaah tidak diperkenankan masuk ke dalamnya.


Pemerintah Saudi meminta masyarakat tidak berziarah ke perpustakaan itu. "(Pemerintah Saudi, Red) tidak memperbolehkan karena dikhawatirkan nanti menimbulkan pengkultusan," jelasnya.


Lantas bagaimana jika mengunjungi perpustakaan itu untuk sekadar foto-foto? "Kalau sekadar foto-foto ya bisa," jelasnya. Sampai saat ini belum ada anjuran yang meminta supaya umat izlam berziarah ke perpustakaan yang tampak berlantai dua itu.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore