
Foto: Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini (foto: istimewa)
JawaPos.com - Sidang Umum PBB telah sepakat untuk menetapkan tanggal 15 Maret sebagai Hari Internasional Melawan Islamofobia. Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini menyambut gerakan dunia yang diserukan secara resmi oleh PBB tersebut. Menurutnya, merebaknya Islamofobia sangat mengkhawatirkan penduduk Muslim di berbagai negara dan kontraproduktif dalam mewujudkan tata dunia yang damai dan berkeadilan.
"Fobia terhadap Islam baik kepada agama maupun pemeluknya jelas tidak mendasar dan harus kita lawan karena umat Islam bagian dari populasi terbesar kedua di dunia dengan jumlah 1,9 miliar pemeluk yang tentu saja terus berupaya mewujudkan kehidupan yang harmoni, damai, dan penuh toleransi dengan seluruh warga dunia bahkan dengan lingkungannya," ujar Jazuli kepada wartawan, Sabtu (19/3).
Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia kerap menjadi referensi wajah Islam dunia yang ramah dan berkemajuan. Oleh karena itu, menurut Anggota Komisi I DPR ini, Indonesia harus terus mengambil peran dan prakarsa untuk menghentikan Islamofobia.
"Karena itu, Indonesia harus terus mengambil peran untuk menghentikan Islamofobia," katanya.
Dalam konteks tersebut, Fraksi PKS DPR ikut serta dalam diplomasi internasional melawan Islamofobia melalui forum pertemuan dan dialog multilateral di tingkat parlemen dunia seperti Inter Parliamentary Union (IPU) maupun melalui kunjungan resmi Fraksi PKS ke berbagai parlemen dan organisasi internasional.
"Upaya mengenalkan agenda Islam Rahmatan Lil Alamin dan wajah Islam Indonesia selalu menjadi salah satu tema dalam pembicaraan Fraksi PKS dengan mitra parlemen dari berbagai negara. Upaya ini kami yakini mampu melawan Islamofobia di berbagai wilayah dunia," ungkapnya.
Fraksi PKS DPR RI mendukung penuh seruan Sidang Umum PBB untuk menguatkan dialog global yang mempromosikan budaya toleransi dan perdamaian, berlandaskan pada penghargaan terhadap HAM dan keberagaman beragama dan berkeyakinan. Ditegaskan pula dalam resolusi tersebut bahwa terorisme tidak bisa dan tidak boleh diasosiasikan dengan agama, kebangsaan, peradaban, atau etnis mana pun.
Sebelumnya, Majelis Umum PBB menetapkan 15 Maret sebagai hari melawan Islamofobia. Langkah PBB itu mengadopsi konsensus resolusi yang diperkenalkan oleh Pakistan atas nama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang menyatakan 15 Maret sebagai hari internasional untuk memerangi Islamofobia. Dalam resolusi ini disponsori 57 anggota OKI, dan delapan negara lainnya, termasuk Tiongkok dan Rusia.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022